Anak Durhaka Ponorogo, Hajar Ibu Kandung Hingga Tangan Patah.

- Jurnalis

Rabu, 19 Januari 2022 - 17:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaku Katimun saat diperiksa penyidik Sat-Reskrim Polres Ponorogo. (St/Ponorogo).

Pelaku Katimun saat diperiksa penyidik Sat-Reskrim Polres Ponorogo. (St/Ponorogo).

PONOROGO ( Jatimnesia.com)- Namanya Katimun, umurnya 55 tahun, tercatat sebagai warga Dukuh Pondok Desa Sendang Kecamatan Jambon. Orang ini dibekuk anggota Polsek Jambon, karena tega menganiaya ibu kandungnya sendiri Yoinah yang telah berusia 84 tahun.Karena dianiaya anak kandungnya tersebut tangan kiri sang ibu sampai patah serta mengalami luka lebam di bagian matanya.

Menurut Polisi, kejadian ini terjadi Senin kemarin (17/01). Awalnya pelaku menagih uang hasil penjualan kayu Jati kepada sang ibu yang dijual tahun 2002 lalu totalnya Rp 9 juta. Ketika permintaan itu ditolak oleh ibunya, pelaku kalap dan menghajar secara membabi-buta wanita renta tersebut. Aksi bejat pelaku baru dihentikan setelah melihat perempuan yang mengandungnya dan mengasuhnya sejak kecil itu terkapar dengan luka parah di tangan dan wajah.

Baca Juga :  Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

” Katimun ini datang untuk menagih kekurangan, kerena ia beranggapan bagiannya ada Rp 8 juta, sehingga kurang Rp 5 juta. Ketika Tidak diberi langsung dianiaya itu,” kata Ipda Guling Sunaka, Kanit Pidum Sat-Reskrim Polres Ponorogo, Rabu (19/01).

Baca Juga :  Libatkan Ratusan Reporter, Kominfo Magetan Live Pemilu 2024.

Saat ini petugas tengah memeriksa pelaku termasuk melakukan pemeriksaan kejiwaanya. Pasalnya, tidak hanya sekali Katimun diketahui menganiaya ibunya itu hanya karena persoalan sepela. ” Kita jerat dengan pasal 351 ayat 2 subsider pasal 351 ayat 1 dengan ancaman 5 tahun penjara,” tegas Ipda Guling Sunaka.

Berita Terkait

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.
Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.
Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.
Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.
Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?
Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.
Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.
Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.
Berita ini 42 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 20:52 WIB

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Februari 2024 - 14:55 WIB

Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.

Senin, 26 Februari 2024 - 12:56 WIB

Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:45 WIB

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:38 WIB

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:41 WIB

Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:32 WIB

Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:27 WIB

Jelang Pilkada Magetan, Pemkab Ingatkan ASN Dilarang Campur Tangan Politik.

Berita Terbaru

Pengurukan lahan untuk penambahan gedung 7 dan 8 RSUD dr Darsono Pacitan ( Apriyanto/Pacitan).

Berita Update

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Feb 2024 - 20:52 WIB

Beras, Bahan Pokok Pangan.

Berita Update

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:45 WIB

Noorbiyanto. (Ist)

Berita Update

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:38 WIB