Home / Berita Update / Pariwisata

Minggu, 2 Oktober 2022 - 17:26 WIB

Bupati Magetan Suprawoto Ajak Lestarikan Batik.

Bupati Magetan Suprawoto Belajar Mencanting Didampingi Kepala Disperindag Kabupaten Magetan. (Joko Nugroho/Magetan)

Bupati Magetan Suprawoto Belajar Mencanting Didampingi Kepala Disperindag Kabupaten Magetan. (Joko Nugroho/Magetan)

MAGETAN (Jatimnesia.com)- Bupati Magetan, Suprawoto menghadiri acara peringatan Hari Batik Nasional (HBN) yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan di Rumah Promosi Industri Kecil Menengah (IKM) Jalan Diponegoro, Kelurahan Selosari, Kecamatan/Kabupaten Magetan, Minggu (2/10).

Bupati Magetan, Suprawoto berharap masyarakat khususnya Kabupaten Magetan dapat merawat dan menjaga batik yang merupakan warisan budaya Indonesia tersebut.” Batik ini sudah ditetapkan sebagai warisan dunia dari Indonesia yang wajib kita besarkan dan kita jaga eksistensinya ” kata Bupati Magetan, Minggu (2/10).

Bupati Magetan juga menghimbau kepada semua masyarakat untuk mengenakan batik khas Magetan mulai dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) serta masyarakat luas ketika hari kerja resmi maupun acara tertentu.” Saya menganjurkan tidak hanya pegawai Pemda, tetapi juga pegawai – pegawai pabrik apapun yang ada di Magetan harus pakai batik khas Magetan, ” pinta Suprawoto.

Baca Juga :  Bupati Pacitan : Terima Kasih Para Relawan !

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Suprawoto ikut mencanting batik bersama dengan sejumlah perajin yang merayakan HBN 2022.  ” Jadi hari ini dalam rangka hari batik saya  belajar sekaligus menorehkan canting batik bersama perajin batik Magetan,” ungkap orang nomor satu di Kabupaten Magetan tersebut.

Sementara, Kepala Disperindag Kabupaten Magetan, Sucipto, mengaku jika bersamaan perayaan HBN Tahun 2022 telah terbentuk Paguyupan Batik Magetan yang beranggotakan 49 Pengusaha Batik. “ Di peringatan hari batik yang dilaksanakan hari ini juga bebarengan dengan dibentuknya paguyupan batik magetan. Di Magetan terdapat 49 perajin batik dan sepakat membentuk paguyupan batik Magetan. “ ujar Sucipto.

Baca Juga :  Kasat Lantas Ngawi Minta Pemudik Waspadai Jalur Black Spot

Dijelaskan Sucipto, melalui paguyupan tersebut diharapkan pengembangan batik dari Magetan akan semakin cepat dan mendapatkan pasar lebih luas. “ Tujuan utama untuk memberikan wadah di dalam pengembangan batik yaitu peningkatan kualitas batik, sehingga di dalam paguyupan batik itu saling memberikan wawasanya diantara perajin batik untuk menuju batik Magetan yang bisa dipakai semua kalangan,” pungkasnya.

Berita ini 36 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

TNI AU Pasok 30 Ribu Dosis Vaksin Ke Ngawi.

Berita Update

Mencuat Isu Pungli, Dinas Perkim Sisir Penerima RTLH.

Berita Update

Usaha Papan Ucapan Menggeliat Di Magetan.

Berita Update

Jaring Pesilat Terbaik, Polres Magetan Gelar Kejuaraan Pencak Silat Kapolres Magetan Cup 2022

Berita Update

Pemkab Rekonstruksi KKI Magetan.

Berita Update

Perbaikan Jalan Rusak Di Ponorogo Baru 1,5 %

Berita Update

DPRD Magetan Juga Terima THR.

Berita Update

Lima Warga Pacitan Terpapar Omicron.