Bupati Ponorogo Kecewa Reog Tidak Didaftarkan UNESCO

- Jurnalis

Sabtu, 9 April 2022 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Menggelar Jumpa Pers Terkait Kemelut Reog. ( Kominfo Ponorogo/Jatimnesia.com)

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko Menggelar Jumpa Pers Terkait Kemelut Reog. ( Kominfo Ponorogo/Jatimnesia.com)

PONOROGO (Jatimnesia.com) – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Ponorogo Jawa Timur mengeluarkan pernyataan Pers terkait langkah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) Republik Indonesia yang tidak mendaftarkan Reog  ke United Nation Education Scientific and Cultural (UNESCO).

PRESS RELEASE

REOG SEBAGAI WARISAN BUDAYA TAK BENDA UNESCO

Nadiem Makarim Abaikan Kesenian Adhi Luhung Reog Ponorogo yang Kondisinya Terancam Punah

PONOROGO. Di saat Pemerintah Malaysia berencana mengklaim dan mengajukan kesenian Reog sebagai kebudayaan negaranya ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), Pemerintah Indonesia terkesan abai dengan tidak memasukan kesenian Adhi Luhung Reog Ponorogo ke dalam daftar ICH UNESCO. Kesenian Adhi Luhung Reog Ponorogo dikalahkan oleh jamu.

“Kami kaget dengan keputusan Mendikbudristek, Nadiem Makarim yang secara nyata lebih memilih jamu dibandingkan dengan memilih Kesenian Adhi Luhung Reog Ponorogo untuk diusulkan ke dalam daftar ICH UNESCO. Ini bukti bahwa pemerintah abai terhadap pelestarian dan pemajuan kebudayaan asli rakyat Indonesia.” Ujar Sugiri Sancoko sambil menahan kekecewaan, dalam konferensi pers (Kamis,8/4).

Baca Juga :  Hasil Hitung Cepat, Prabowo - Gibran Unggul Pemilu 2024.

Mendikbudristek Melanggar Petunjuk Pengusulan UNESCO. Lebih lanjut Bupati Ponorogo menjelaskan bahwa dalam petunjuk operasional ICH UNESCO (Operational Directive for the Implementation of the Convention for the Safeguarding of the Intangibel Cultural Heritage, 2020) terdapat 3 prioritas dalam menentukan berkas usulan ICH UNESCO.

Kelompok Prioritas yang pertama adalah berkas dari negara yang belum pernah sama sekali memiliki elemen yang terinkripsi, praktik pelindungan terbaik yang terpilih atau yang mendapatkan bantuan internasional lebih dari US$ 100.000 dan berkas nominasi yang masuk dalam daftar warisan budaya tak benda yang membutuhkan pelindungan mendesak.

“Kesenian Adhi Luhung Reog Ponorogo menjadi satu-satunya warisan budaya yang masuk dalam prioritas pertama yang diusulkan dalam berkas usulan daftar warisan budaya tak benda yang membutuhkan pelindungan mendesak (form ICH-01), sementara warisan budaya yang lain tidak masuk dalam prioritas tersebut.

Mengapa Mas Menteri Nadiem tidak memilih Kesenian Adhi Luhung Reog Ponorogo sebagai pengusulan berkas nominasi yang masuk dalam daftar warisan budaya tak benda yang membutuhkan pelindungan mendesak,” Pungkas Kang Giri.

Baca Juga :  Menebak Bupati Magetan Ke-32

Sementara itu, para seniman Reog Ponorogo juga mengaku kaget dengan keputusan Mendikbudristek yang lebih memilih mengusulkan Jamu ke UNESCO di tengah maraknya klaim seni Reog oleh pemerintah Malaysia.

“Kami terus terang kaget dengan keputusan Mendikbudristek yang mengabaikan suara wong cilik. Kami selama pandemi covid-19 merasakan betul kesulitan itu. Para seniman menjerit karena kesulitan melakukan pentas. Ditambah dengan berita klaim Reog oleh Malaysia yang mau mendaftarkan Reog ke UNESCO, Reog justru dipinggirkan. Negara tidak hadir untuk rakyat! Kami minta Menteri merevisi keputusannya dan mengusulkan Reog ke UNESCO sebagai bukti keberpihakan pada wong cilik, ujar Hari Purnomo salah satu tokoh seniman Reog Ponorogo.

Seharusnya moment penetapan Kesenian Adhli Luhung Reog Ponorogo kedalam daftar ICH UNESCO agar diakui dunia internasional mampu memulihkan sektor pariwisata di Indonesia yang hancur lebur selama 2 tahun lebih karena Pandemi Covid-19.

PONOROGO, 08 APRIL 2022

BUPATI PONOROGO

SUGIRI SANCOKO, SE., MM

 

 

Berita Terkait

Pemkab Magetan Siapkan THR ASN Rp 29,3 Miliar, THR Untuk Non ASN Belum Jelas !
SKB 3 Menteri Tetapkan Libur Awal Ramadan 2024.
Pengumuman Perolehan Suara Caleg Magetan.
Tidak Terima Hasil Pemilu 2024, KPU Magetan Persilahkan Ajukan Gugatan Ke MK.
Ops Keselamatan Semeru 2024, Polres Magetan Sasar Ranmor Abai Aturan.
Mobil Rombongan Wisata Dari Tuban Terbalik Di Jalan Tembus Magetan- Karanganyar.
Bulan Ramadan, Jam Kerja ASN Magetan Dipangkas.
Keisha Almera, Spa Baby dan Momy Terbaik di Magetan.
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Maret 2024 - 15:43 WIB

Pemkab Magetan Siapkan THR ASN Rp 29,3 Miliar, THR Untuk Non ASN Belum Jelas !

Minggu, 3 Maret 2024 - 22:54 WIB

SKB 3 Menteri Tetapkan Libur Awal Ramadan 2024.

Minggu, 3 Maret 2024 - 17:55 WIB

Pengumuman Perolehan Suara Caleg Magetan.

Minggu, 3 Maret 2024 - 17:34 WIB

Tidak Terima Hasil Pemilu 2024, KPU Magetan Persilahkan Ajukan Gugatan Ke MK.

Minggu, 3 Maret 2024 - 17:29 WIB

Ops Keselamatan Semeru 2024, Polres Magetan Sasar Ranmor Abai Aturan.

Jumat, 1 Maret 2024 - 20:48 WIB

Bulan Ramadan, Jam Kerja ASN Magetan Dipangkas.

Jumat, 1 Maret 2024 - 20:34 WIB

Keisha Almera, Spa Baby dan Momy Terbaik di Magetan.

Jumat, 1 Maret 2024 - 16:44 WIB

Pengumuman Kedua Lelang Eksekusi Hak Tanggungan PT. BPRS Magetan [ Perseroda]

Berita Terbaru

Pantau Hilal ( Jatimnesia)

Berita Update

SKB 3 Menteri Tetapkan Libur Awal Ramadan 2024.

Minggu, 3 Mar 2024 - 22:54 WIB

Kantor KPU Kabupaten Magetan. ( Septian/Magetan).

Berita Update

Pengumuman Perolehan Suara Caleg Magetan.

Minggu, 3 Mar 2024 - 17:55 WIB