Bupati Ponorogo Optimis Reog Diakui UNESCO.

- Jurnalis

Rabu, 16 Maret 2022 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pers Rilis Bupati Ponorogo Terkait Reog Ke UNESCO. ( St/Ponorogo).

Pers Rilis Bupati Ponorogo Terkait Reog Ke UNESCO. ( St/Ponorogo).

PONOROGO (Jatimnesia.com)- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyerahkan berkas nominasi Reog Ponorogo untuk diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (ICH-01) United Nation Education Scientific and Cultural (UNESCO) melalui Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan berkat kerja-keras dan gotong-royong dari seluruh masyarakat dan komunitas Reog Kabupaten Ponorogo baik di luar negeri dan dalam negeri pihaknya bisa menyelesaikan dokumen persyaratan yang diminta oleh UNESCO.

” Alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan dokumen yang diminta UNESCO. Adapun persyaratan berupa dokumen dossier isian ICH-01, 10 foto, dan video dokumenter dengan durasi 10 menit. Insyaalloh dengan dukungan semuanya dokumen Reog Ponorogo ini akan dikirim Kemendikbudristek ke UNESCO,” kata Bupati Ponorogo dalam jumpa pers, Selasa (15/3).

Bupati Sugiri Sancoko optimis kesenian asli Ponorogo tersebut dapat lolos dan diakui dunia mengalahkan usulan lain yang masuk ke UNESCO. ” Kami optimis reog bisa diakui UNESCO,” tegasnya.

Baca Juga :  Ucapan HPN 2024 Kajari Magetan Yuana Nurshiyam SH.,M.Hum.

Kang Sugiri meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat Ponorogo yang ada di Indonesia mapun di luar negeri agar Reog Ponorogo agar diakui UNESCO. ” Kita tidak bisa manggung, kita tidak bisa berkumpul untuk pertunjukkan. Berapa pelaku seni Reog dan pengrajin Reog yang terancam gulung tikar akibat pandemi ini. Untuk itu penting agar Reog bisa diakui UNESCO dan dunia, sebagai kesenian adiluhung asli Ponorogo yang tak terbantahkan. Dengan pengakuan itu peningkatan sektor ekonomi kepariwisataan akan hidup, yang juga berimbas pada pelaku kesenian dan pengrajinnya,” ujar Bupati Ponorogo.

Menurut Bupati Sugiri, dukungan masyarakat dapat disalurkan tidak hanya dengan doa, namun juga memasang twibbon Reog Road to ICH UNESCO¬†https://www.twibbonize.com/reogponorogo di semua akun Medsos. Sebagai wujud kesungguhan masyarakat Ponorogo untuk mendukung Reog diakui dunia. ” Ayo beri dukunganya, agar dunia tahu, agar UNESCO tahu betapa Reog dicintai dan harus diperjuangkan kelangsunganya, dengan memasang twibbon dukungan di semua Medsos yang dipunyai,” harapnya.

Baca Juga :  Pemkab Magetan Diskon 50% HTM Destinasi Wisata.

Tidak hanya memperjuangkan Reog diakui dunia, Kang Giri mengaku pihaknya tengah menyiapkan monumen Reog raksasa setinggi 126 meter yang diklaim mengalahkan monimen Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali. Hal ini untuk menyambut wisatawan lokal maupun manca negara, yang ingin berwisata sekaligus belajar tentang sejarah Reog di tanah kelahirannya.

” Saat ini museum peradaban dan monumen Reog di Gunung Gamping Kecamatan Sampung, sudah masuk tehap DED. Ini upaya pendampingan kami untuk kelangsungan Reog pasca diakui UNESCO. Kami optimis beratus-ratus persen Reog lolos tentunya dengan doa dan dukungan masyarakat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.
Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.
Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.
Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.
Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?
Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.
Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.
Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 20:52 WIB

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Februari 2024 - 14:55 WIB

Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.

Senin, 26 Februari 2024 - 12:56 WIB

Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:45 WIB

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:38 WIB

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:41 WIB

Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:32 WIB

Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:27 WIB

Jelang Pilkada Magetan, Pemkab Ingatkan ASN Dilarang Campur Tangan Politik.

Berita Terbaru

Pengurukan lahan untuk penambahan gedung 7 dan 8 RSUD dr Darsono Pacitan ( Apriyanto/Pacitan).

Berita Update

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Feb 2024 - 20:52 WIB

Beras, Bahan Pokok Pangan.

Berita Update

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:45 WIB

Noorbiyanto. (Ist)

Berita Update

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:38 WIB