Home / Berita Update / Pariwisata

Rabu, 16 Maret 2022 - 09:31 WIB

Bupati Ponorogo Optimis Reog Diakui UNESCO.

Pers Rilis Bupati Ponorogo Terkait Reog Ke UNESCO. ( St/Ponorogo).

Pers Rilis Bupati Ponorogo Terkait Reog Ke UNESCO. ( St/Ponorogo).

PONOROGO (Jatimnesia.com)- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyerahkan berkas nominasi Reog Ponorogo untuk diusulkan menjadi Warisan Budaya Tak Benda (ICH-01) United Nation Education Scientific and Cultural (UNESCO) melalui Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan berkat kerja-keras dan gotong-royong dari seluruh masyarakat dan komunitas Reog Kabupaten Ponorogo baik di luar negeri dan dalam negeri pihaknya bisa menyelesaikan dokumen persyaratan yang diminta oleh UNESCO.

” Alhamdulillah, kami bisa menyelesaikan dokumen yang diminta UNESCO. Adapun persyaratan berupa dokumen dossier isian ICH-01, 10 foto, dan video dokumenter dengan durasi 10 menit. Insyaalloh dengan dukungan semuanya dokumen Reog Ponorogo ini akan dikirim Kemendikbudristek ke UNESCO,” kata Bupati Ponorogo dalam jumpa pers, Selasa (15/3).

Bupati Sugiri Sancoko optimis kesenian asli Ponorogo tersebut dapat lolos dan diakui dunia mengalahkan usulan lain yang masuk ke UNESCO. ” Kami optimis reog bisa diakui UNESCO,” tegasnya.

Baca Juga :  Kabupaten Pacitan Waspada Varian Omicron.

Kang Sugiri meminta doa dan dukungan seluruh masyarakat Ponorogo yang ada di Indonesia mapun di luar negeri agar Reog Ponorogo agar diakui UNESCO. ” Kita tidak bisa manggung, kita tidak bisa berkumpul untuk pertunjukkan. Berapa pelaku seni Reog dan pengrajin Reog yang terancam gulung tikar akibat pandemi ini. Untuk itu penting agar Reog bisa diakui UNESCO dan dunia, sebagai kesenian adiluhung asli Ponorogo yang tak terbantahkan. Dengan pengakuan itu peningkatan sektor ekonomi kepariwisataan akan hidup, yang juga berimbas pada pelaku kesenian dan pengrajinnya,” ujar Bupati Ponorogo.

Menurut Bupati Sugiri, dukungan masyarakat dapat disalurkan tidak hanya dengan doa, namun juga memasang twibbon Reog Road to ICH UNESCO https://www.twibbonize.com/reogponorogo di semua akun Medsos. Sebagai wujud kesungguhan masyarakat Ponorogo untuk mendukung Reog diakui dunia. ” Ayo beri dukunganya, agar dunia tahu, agar UNESCO tahu betapa Reog dicintai dan harus diperjuangkan kelangsunganya, dengan memasang twibbon dukungan di semua Medsos yang dipunyai,” harapnya.

Baca Juga :  Disdagnaker Pacitan Gelar OP Migor, Siapkan 6.00O Liter.

Tidak hanya memperjuangkan Reog diakui dunia, Kang Giri mengaku pihaknya tengah menyiapkan monumen Reog raksasa setinggi 126 meter yang diklaim mengalahkan monimen Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali. Hal ini untuk menyambut wisatawan lokal maupun manca negara, yang ingin berwisata sekaligus belajar tentang sejarah Reog di tanah kelahirannya.

” Saat ini museum peradaban dan monumen Reog di Gunung Gamping Kecamatan Sampung, sudah masuk tehap DED. Ini upaya pendampingan kami untuk kelangsungan Reog pasca diakui UNESCO. Kami optimis beratus-ratus persen Reog lolos tentunya dengan doa dan dukungan masyarakat,” pungkasnya.

Berita ini 62 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Wisatawan Meninggal Tertimpa Batu Di Air Terjun Tirtosari Magetan.

Berita Update

KONI Magetan Siapkan Diri Jelang Porprov VII Jawa Timur.

Berita Update

Polres Ngawi Salurkan Bansos Juma’t Sedekah.

Berita Update

Kejari Magetan Tangani Dugaan Korupsi PNPM Karas.

Berita Update

Liburan Ke Pacitan Belum Vaksin, Siap – Siap Suntik Ditempat.

Berita Update

Status Level 2, Magetan Terapkan PTM 50 %.

Berita Update

Perbaikan Jalan Rusak Di Ponorogo Baru 1,5 %

Berita Update

Desa – Desa di Ngawi Gencar Vaksinasi.