Home / Berita Update / Pemerintahan

Jumat, 12 Agustus 2022 - 18:15 WIB

Dinas TPHPKP Magetan Gelar Lomba Cipta Menu Pangan.

Wabup Nanik bersama Ketua TP.PKK Magetan Titik Suprawoto serta Kadin TPHPKP Magetan Uswatun Chasanah Melihat Hasil Masakan Peserta LCM Pangan. ( Ist/Jatimnesia/Magetan).

Wabup Nanik bersama Ketua TP.PKK Magetan Titik Suprawoto serta Kadin TPHPKP Magetan Uswatun Chasanah Melihat Hasil Masakan Peserta LCM Pangan. ( Ist/Jatimnesia/Magetan).

MAGETAN (Jatimnesia.com)- Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Magetan menggelar Lomba Cipta Menu (LCM) Pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA) tingkat kabupaten.

Lomba Cipta Menu B2SA berbasis potensi pangan lokal tersebut bekerjasama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP.PKK) Kabupaten Magetan.

Lomba Cipta Menu B2SA yang digelar di Pendopo Surya Graha (PSG) Magetan tersebut dibuka oleh Wakil bupati (Wabup) Magetan Nanik Endang Rusmiarti. Hadir pula Ketua TP.PKK Magetan Titik Suprawoto serta Kepala dinas TPHPKP Kabupaten Magetan Uswatun Chasanah.

Dalam sambutanya, Bunda Nanik sapaan Wabup Nanik Endang Rusmiarti mengatakan, LCM merupakan salah satu upaya Pemkab Magetan untuk memperbaiki meningkatkan pola konsumsi pangan masyarakat di Kabupaten Magetan. ” Sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan secara nasional dalam forum widya karya pangan nasinal ke X yaitu konsumsi energi 1150 kilo kalori perkapita per hari dan konsumsi protein 57 gram per kapita per hari,” ungkap Bunda Nanik, Jumat (12/8).

Baca Juga :  Peringatan Hardiknas Kota Madiun, Wali Kota : Dunia Pendidikan Jangan Tidur!

Melalui lomba cipta menu pangan ini, pemkab Magetan juga ingin membangun kesadaran pola konsumsi pangan yang beragam bergizi seimbang dan aman dari sisi jenis pangan sumber karbohidrat, sumber protein juga sumber vitamin dan mineral. ” Banyak sumber pangan lokal disekitar kita sebagai sumber karbohidarat, sumber protein, mari kita kampanyekan bersama kenyang tidak harus nasi, bergizi tidak harus mahal,” jelas Wabup Magetan.

Menurut Wakil Bupati Magetan, permasalahan pangan dan pola konsumsi pangan berkaitan erat dengan terjadinya permasalahan gizi ganda yaitu gizi buruk dan kelebihan gizi atau obesitas. ” Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya permasalahan gizi ganda ini akan tetapi faktor dominan lebih disebabkan karena kondisi ekonomi dan kesadaran masyarakat yang rendah akan pola konsumsi pangan yang baik dan benar,” beber Nanik.

Baca Juga :  Desa Tambakromo, Ladang Emas Untuk Investor.

Bunda Nanik berharap, kebutuhan gizi tubuh dapat dipenuhi dengan cara makan konsumsi bahan pangan, mengingat tidak ada satupun bahan pangan di alam ini yang komplit kandungan gizinya. ” Oleh sebab itu edukasi, sosialisasi dan pelatihan tentang pola konsumsi pangan beragam bergizi seimbang dan aman (B2SA) selalu dilaksanakan oleh pemerintah kabupaten Magetan,” pungkasnya.

Berita ini 22 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Kasus DBD Magetan, Januari Naik 3 Kali Lipat.

Berita Update

Coba Bunuh Diri, Perempuan Terjun Ke Telaga Sarangan.

Berita Update

PTM Magetan Digelar 100 %

Berita Update

Update Covid-19 Kota Madiun : Jumlah Kematian dan Kasus Terkonfirmasi Terus Bertambah.

Berita Update

Permendag Nomor 6 Tahun 2022 Dicabut, Harga Minyak Goreng Tidak Pasti.

Berita Update

73 Ribu Anak Di Ngawi Jadi Sasaran Vaksinasi.

Berita Update

Dinkes Magetan Tutup RSD Ki Mageti.

Advertorial

Tumbuhkan Patriotisme, Pramuka Magetan Gelar Ulang Janji.