Home / Berita Update / Pemerintahan

Kamis, 27 Januari 2022 - 16:47 WIB

Disperindag Magetan Gencar Pengawasan HET Migor.

Pedagang Migor di Pasar Sayur Magetan. (Joko Nugroho/Magetan).

Pedagang Migor di Pasar Sayur Magetan. (Joko Nugroho/Magetan).

MAGETAN (Jatimnesia.com)- Merespon terbitnya Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 03 Tahun 2022, Tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyak goreng sebesar Rp 14 ribu per liter, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten gencar melakukan pengawasan disejumlah toko retail dan pasar tradisional di Kabupaten Magetan.

Selain pengawasan HET Minyak goreng (Migor), Disperindag Kabupaten Magetan bersama Disperindag Pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Timur juga beberapa kali melaksanakan operasi pasar Migor diantaranya di Lapangan Kelurahan/ Kecamatan Panekan dan Parkir Timur Alun – Alun Magetan. ” Kita telah melaksanakan dua kali operasi pasar Migor untuk masyarakat dengan kuota 1.500 liter, kata Sucipto, Kepala Disperindag Kabupaten Magetan, melalui Dwi Ratna Wulansari, Pengawas Perdagangan Disperindag Kabupaten Magetan, Kamis ( 27/1).

Baca Juga :  Desa - Desa di Ngawi Gencar Vaksinasi.

Terkait masih adanya harga Migor diatas HET, Disperindag Kabupaten Magetan berpedoman pada Pasal 13 Permendag 03/2022 yang memberi batas waktu kepada satu bulan. ” Toleransi harga lama bagi tingkat pengecer dalam jangka waktu satu bulan setelah aturan ini ditetapkan,” jelas Dwi Ratna Wulansari.

Sementara temuan dilapangan, sejumlah pedagang masih menjual Migor kemasan dengan harga Rp 19 ribu – Rp 20 ribu per liter. ” Harganya Rp19,000 sampai Rp 20.000 bergantung dari mereknya, ungkap Suyatmi ( 62) pedagang Migor di Pasar Sayur Magetan, Kamis ( 27/1).

Baca Juga :  RSUD Magetan Gencar Cegah Stunting.

Kendati harga kulakan yang masih mahal, Suyatmi mengaku jika nanti mayoritas pedagang sudah menjual dengan harga HET dirinya akan menjual stok minyak yang belum habis dengan harga sesuai ketentuan Pemerintah meskipun harus menaggung kerugian. “ Jika tidak terjual semua, seandainya sudah mayoritas jualnya Rp14 ribu terpaksa ngikut aja. walaupun rugi, tapi ya gimana lagi,” keluhnya.

Berita ini 30 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Polres Pacitan Tindak Tegas Pelanggar Hukum Malam Tahun Baru.

Berita Update

Limbah FABA PLTU Sudimoro Pacitan Menumpuk.

Berita Update

Catatan DPRD Ponorogo Untuk 1 Tahun Pemerintahan RiLis.

Berita Update

Bupati Pacitan Angkat Bicara Terkait Beras Bantuan Tak Layak Makan.

Berita Update

Di Pacitan, Pengunjung Obyek Wisata Dibatasi 75%.

Berita Update

Ada 8 ASN Magetan Terpapar Covid-19.

Berita Update

Operasi Zebra Semeru 2022, Polres Magetan Terjunkan 100 Personil.

Berita Update

Inpres 1/2022, Wajibkan Penerima KUR Dan Pemohon SIM Jadi Peserta Aktif JKN.