DPRD Pacitan Kritik Minimnya Guru Untuk Siswa Kebutuhan Khusus.

- Jurnalis

Senin, 4 April 2022 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rudi Handoko, Ketua Komisi II DPRD Pacitan. ( Apriyanto/Pacitan).

Rudi Handoko, Ketua Komisi II DPRD Pacitan. ( Apriyanto/Pacitan).

PACITAN (Jatimnesia.com) – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan menyoal minimnya tenaga pendidik untuk siswa berkebutuhan khusus di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dewan berharap kondisi tersebut harus menjadi prioritas Pemerintah kabupaten (Pemkab) Pacitan.

” Salah satu contoh di Sekolah Dasar Negeri Losari 1 Kecamatan Tulakan. Itu SD Formal dan menerima anak-anak berkebutuhan khusus, sedangkan di SD tersebut tidak ada guru untuk anak berkebutuhan khusus,” kata Rudi Handoko, Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Senin (4/4).

Baca Juga :  Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Menurut Rudi Handoko, yang menjadi prioritas adalah Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga pendidik, sedangkan di SDN Losari tenaga pendidiknya kurang memenuhi kriteria terutama untuk anak berkebutuhan khusus. ” Di sini ada satu sisi yaitu Sumber Daya Manusia, guru yang ada tidak memenuhi kriteria,” tegasnya.

Baca Juga :  Habiskan APBD Magetan Miliaran, KSL Hanya Ditarget PAD Rp 4 Juta/Tahun.

Rudi Handoko mengaku akan melakukan Inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah SD di Kabupaten Pacitan untuk melihat fenomena tersebut. ” Kami akan cek informasinya, kerjasamanya dengan Dinas Sosial sejauh mana peran sertanya dan sampai mana yang dijalankan. Karena sarpras berupa gedung sudah ada, tapi SDM yang kurang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.
Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.
Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.
Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.
Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?
Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.
Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.
Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.
Berita ini 253 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 20:52 WIB

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Februari 2024 - 14:55 WIB

Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.

Senin, 26 Februari 2024 - 12:56 WIB

Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:45 WIB

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:38 WIB

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:41 WIB

Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:32 WIB

Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:27 WIB

Jelang Pilkada Magetan, Pemkab Ingatkan ASN Dilarang Campur Tangan Politik.

Berita Terbaru

Pengurukan lahan untuk penambahan gedung 7 dan 8 RSUD dr Darsono Pacitan ( Apriyanto/Pacitan).

Berita Update

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Feb 2024 - 20:52 WIB

Beras, Bahan Pokok Pangan.

Berita Update

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:45 WIB

Noorbiyanto. (Ist)

Berita Update

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:38 WIB