Harga Cabai Meroket, Produsen Sambel Pecel Madiun Kelabakan.

- Jurnalis

Selasa, 5 Juli 2022 - 06:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dyah Romadhon, Produsen sambel pecel Khas Madiun sedang mengemas sambel pecel pesanan dari luar daerah. ( Bayu Septian/Madiun).

Dyah Romadhon, Produsen sambel pecel Khas Madiun sedang mengemas sambel pecel pesanan dari luar daerah. ( Bayu Septian/Madiun).

KOTA MADIUN (Jatimnesia.com) – Harga cabai yang meroket membuat produsen sambal pecel di Kota Madiun kelabakakan. Mereka terpaksa harus mengurangi jumlah produksinya.

Seperti yang dialami Dyah Romadhon (32), produsen sambel pecel di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Dirinya mau tidak mau harus mengurangi jumlah produksi sambalnya lantaran modal yang dibutuhkan untuk membeli cabai sangat tinggi yakni seratus ribu per Kilogram (Kg). ” Pusing ini mas, modal untuk beli cabainya Nggak sebanding, ” keluhnya, Senin (4/7).

Baca Juga :  KPU Magetan Bakar 3.397 Lembar Surat Suara.

Untuk menyiasati hal tersebut Dyah Romadhon terpaksa mengurangi jumlah takaran cabai rawit, tetapi tidak mengubah harga dari sambal pecel miliknya yaitu diharga Rp 15 ribu untuk satu (1) kemasan seberat 2 ons. ” Cabai nya dikirangi sedikit, tapi harganya masih sama, ” jelasnya.

Baca Juga :  Pemkab Magetan Diskon 50% HTM Destinasi Wisata.

Dyah menuturkan, sejak harga cabai naik dirinya tidak menimbun sambal dan hanya memproduksi kalau ada pesanan saja, ” Kita pembuatannya sesuai pesanan saja, jadi tidak nyetok barang lagi, ” pungkas Ibu tiga anak tersebut.

Berita Terkait

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.
Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.
Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.
Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.
Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?
Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.
Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.
Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 20:52 WIB

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Februari 2024 - 14:55 WIB

Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.

Senin, 26 Februari 2024 - 12:56 WIB

Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:45 WIB

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:38 WIB

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:41 WIB

Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:32 WIB

Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:27 WIB

Jelang Pilkada Magetan, Pemkab Ingatkan ASN Dilarang Campur Tangan Politik.

Berita Terbaru

Pengurukan lahan untuk penambahan gedung 7 dan 8 RSUD dr Darsono Pacitan ( Apriyanto/Pacitan).

Berita Update

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Feb 2024 - 20:52 WIB

Beras, Bahan Pokok Pangan.

Berita Update

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:45 WIB

Noorbiyanto. (Ist)

Berita Update

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:38 WIB