Imam Rofingi, Seorang Pengacara Juga Petani.

- Jurnalis

Minggu, 6 Maret 2022 - 21:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Imam Rofingi, Ketika aktifitas di Lahan Pertanianya. ( Apriyanto/Pacitan).

Imam Rofingi, Ketika aktifitas di Lahan Pertanianya. ( Apriyanto/Pacitan).

PACITAN- (Jatimnesia.com) – Nama Imam Rofingi mungkin masih asing bagi publik Pacitan. Warga Dusun Glagahombo, Desa Kasihan, Kecamatan Tegalombo tersebut dikenal sebagai seorang Pengacara.

Meski berprofesi berlatarbelakang hukum, siapa sangka Imam Rofingi masih setia dengan hobinya yakni sebagai seorang petani.

Seperti kebayakan petani pada umumnya, jebolan Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Agama Islam Al- Fattah (Staifa) Pacitan ini setiap hari berkutat dengan lumpur serta rumput di lahan pertanianya.

Baca Juga :  Hitung Cepat DPC, Suara Partai Demokrat Di Pacitan Naik Siginifikan.

” Hidup itu tidak perlu gengsi, berlatar belakang dari anak petani desa ya harus kembali bertani saat tidak berkantor,” ungkap Imam Rofingi, Minggu (6/3).

Bagi mas Imam sapaan akrabnya, bertani bukan hanya dijadikan sebagai pekerjaan sampingan, namun profesi wajib yang dia geluti selain seorang pengacara. ” Pengacara adalah pekerjaan pokok, tapi bertani juga merupakan pekerjaan wajib. Karena sebagai wujud kecintaan kita kepada alam serta upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga kita,” bebernya.

Baca Juga :  Jelang Pilkada Magetan, Nanik Sumantri Jadi Rasanan Publik.

Namun, ada perbedaan ketika Imam Rofingi menjajakan hasil panennya, ia mengaku memakai jasa marketing khusus untuk mejualnya. Alasanya untuk mendapatkan pasar yang bagus. ” Selain itu juga bisa menambah penghasilan orang lain, dengan cara marketing hasil tani, jadi kita saling berkesinambungan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.
Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.
Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.
Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.
Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?
Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.
Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.
Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.
Berita ini 173 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 20:52 WIB

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Februari 2024 - 14:55 WIB

Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.

Senin, 26 Februari 2024 - 12:56 WIB

Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:45 WIB

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:38 WIB

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:41 WIB

Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:32 WIB

Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:27 WIB

Jelang Pilkada Magetan, Pemkab Ingatkan ASN Dilarang Campur Tangan Politik.

Berita Terbaru

Pengurukan lahan untuk penambahan gedung 7 dan 8 RSUD dr Darsono Pacitan ( Apriyanto/Pacitan).

Berita Update

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Feb 2024 - 20:52 WIB

Beras, Bahan Pokok Pangan.

Berita Update

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:45 WIB

Noorbiyanto. (Ist)

Berita Update

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:38 WIB