Home / Berita Update / Kesehatan

Selasa, 5 Oktober 2021 - 17:27 WIB

Inmendagri 47/2021, Magetan Masih Level 3.

Pelaksanaan Test Antigen Oleh Petugas Diarea Obyek Wisata Telaga Sarangan. (humasresmagetan).

Pelaksanaan Test Antigen Oleh Petugas Diarea Obyek Wisata Telaga Sarangan. (humasresmagetan).

Magetan (Jatimnesia.com)- Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa – Bali diperpanjang hingga 18 Oktober.

Kabupaten Magetan masih menyandang level 3, sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 47 Tahun 2021 Tentang PPKM.

Karena berstatus level 3, obyek wisata di Kabupaten Magetan masih ditutup sementara selama PPKM. ” Sesuai Inmendagri 47 Tahun 2021, obyek wisata masih ditutup sementara,” kata Joko Trihono, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Magetan, Selasa (5/10).

Namun Joko Trihono mengaku telah mengirimkan permohonan rekomendasi kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparkraf) agar obyek wisata di Kabupaten Magetan dijadikan zona ujicoba wisata tertentu. ” Kami telah mengirimkan permohonan rekomendasi kepada Menparkraf, agar obyek wisata di Kabupaten Mageten menjadi zona ujicoba Pariwisata tertentu,” ungkap Kepala Disparbud Kabupaten Magetan.

Baca Juga :  Kondisi Wisma Atlit Disoal DPRD Pacitan

Disisi lain, Joko tidak menampik jika sejumlah obyek wisata di Kabupaten Magetan tetap dikunjungi wisatawan meski telah ada pengumuman ditutup. ” Kami bersama POLRI, TNI dan Satgas menerapkan operasi yustisi kepada masyarakat yang datang ke obyek wisata selama penutupan ini,” jelasnya.

Sementara itu, hotel non penanganan Covid-19 diijinkan buka dengan kapasitas 50%, pun wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi bagi pengunjung dan karyawan. ” Hotel non Covid-19 buka dengan kapasitas 50 persen,” ungkap Joko Trihono.

Baca Juga :  Harga Komoditas Di Pasar Besar Ngawi Stabil.

Terkait sertifikat CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment Sustainability), Disparbud Kabupaten Magetan telah mengusulkan kurang lebih 160 hotel kepada Menparkraf Republik Indonesia. ” Ada 160 hotel di Kabupaten Magetan kami usulkan mendapat sertifikat CHSE,” pungkasnya.

Sebagai informasi, sertifikat CHSE adalah proses pemberian sertifikat kepada Usaha Pariwisata, Destinasi Pariwisata, dan Produk Pariwisata lainnya untuk menjamin kepada wisatawan terhadap pelaksanaan Kebersihan, Kesehatan, Keselamatan, dan Kelestarian Lingkungan.

Berita ini 28 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Tolak Kenaikan BBM, Mahasiswa Madiun Unras Kantor DPRD

Berita Update

Jaga Bilateral Dengan Media Polres Madiun Gelar Piraminda

Berita Update

Legislator DPR RI Ali Mufti Ke Pacitan, Ini Tujuanya

Berita Update

Komplotan Pencuri- Penadah Barang Curian Dibekuk Polres Ngawi.

Berita Update

Proyek Kampung Susu Lawu Dikucuri Rp 458 Juta.

Berita Update

Ada 8 ASN Magetan Terpapar Covid-19.

Berita Update

Program Nasi Gratis Kasat Lantas Polres Ngawi Untuk Pemohon SIM.

Berita Update

BPJS Jadi Syarat Permohonan Izin Usaha, DPMPTSP Magetan Tunggu Sistem Pusat.