Home / Berita Update / Kesehatan / Pemerintahan

Sabtu, 8 Januari 2022 - 21:38 WIB

Kabupaten Pacitan Kekurangan Dokter.

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama IDI Pacitan dan Jawa Timur. ( Apriyanto/Pacitan).

Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji bersama IDI Pacitan dan Jawa Timur. ( Apriyanto/Pacitan).

PACITAN (Jatimnesia.com)- Kabupaten Pacitan kekurangan tenaga dokter. Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji mengakui fakta tersebut. ” Catatan kita khususnya untuk kekurangan dokter di Pacitan, dan itu memang benar kalau kita masih kurang sekali dokter di Pacitan. Untuk sesuai rasio yang di tetap kan oleh WHO dan itu merupakan tugas kami sebagai kepala daerah,” kata Bupati Pacitan, Sabtu (8/1).

Indrata Nur Bayuaji berharap Ikatan Dokter Indonesia ( IDI) membantu krisis dokter yang terjadi di Kabupaten Pacitan saat ini. ” Dan seperti yang tadi saya sampaikan agar Ketua IDI Jawa Timur bisa membantu kami dalam penambahan dokter di Pacitan,” ungkap Bupati Pacitan.

Baca Juga :  Sambut Pemudik Kapolres Magetan Terapkan Prokes Ketat.

Diuraikan Mas Aji sapaan Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, populasi penduduk Kabupaten Pacitan kurang lebih 500 ribu jiwa. Diharapkan kedepan banyak yang meneruskan pendidikan sebagai dokter agar bisa menjadi bekal untuk mengabdi di tanah kelahirannya.” Selain itu kami juga berharap bahwa kita mempunyai putera dan puteri yang sekarang masih menuntut ilmu baik di tingkat SLTA maupun yang sudah menjadi mahasiswa itu nanti nya harapan kami mereka ada minat besar untuk bersekolah di kedokteran dan harapannya nanti setelah bisa mereka pulang kembali dan mengabdi di kabupaten Pacitan,” ujar Bupati Pacitan.

Baca Juga :  Kemenag Ponorogo Terapkan PTM 100%.

Terpisah, Ketua IDI Jawa timur Dr.dr.Sutrisno.SpOG.K menilai dengan populasi warga Kabupaten Pacitan berkisar 500 ribu lebih, seharusnya 1 dokter bisa mengcover 1.500 warga.” Menurut yang dikatakan Bupati Pacitan, saya rasa rasio dokter dan masyarakat itu masih kurang. Jadi 1 dokter di Kabupaten Pacitan ini dalam penanganannya sudah melebihi. Jadi idealnya 5.000 warga dicover 1 dokter, tapi kalau negara maju 1 dokter itu menangani 1000 penduduk. Dan ini merupakan tugas pemerintah untuk bagaimana menarik minat para dokter untuk hidup dan berkarya di Pacitan,” beber Ketua IDI Jatim.

Berita ini 82 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Belasan Pelajar Peserta Upacara HUT RI Di Alon – Alon Magetan Ambruk.

Berita Update

Update Covid-19 Kota Madiun : Jumlah Kematian dan Kasus Terkonfirmasi Terus Bertambah.

Berita Update

Kejari Magetan Pulihkan 2 Hektar Tanah Aset

Berita Update

Mayat Perempuan Ditemukan Di Tebing Sungai Gandong Magetan

Berita Update

Di Magetan, 1 ASN Dipecat 4 Turun Pangkat.

Berita Update

Waspada Omicron, 21 Pengunjung Pasar Hewan Ngawi Jalani Rapid Tes Antigen.

Berita Update

Kolonel Infanteri (Inf) Deni Rejeki Jabat Danrem Madiun.

Berita Update

13 Tahun Menulis Dalam Dua Bahasa, Bupati Magetan Terima Rekor Dunia.