Home / Berita Update / Pemerintahan

Rabu, 16 Februari 2022 - 07:47 WIB

Ke Madiun, Gubernur Jatim Kenalkan Desa Devisa.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Tinjau Kerajinan Batik Di Kabupaten Madiun. ( Kominfo Madiun/Jatimnesia).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa Tinjau Kerajinan Batik Di Kabupaten Madiun. ( Kominfo Madiun/Jatimnesia).

MADIUN (Jatimnesia.com) – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa didampingi Bupati Madiun Ahmad Dawami, mengunjungi Desa Candimulyo, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun meninjau perajin batik, Selasa (15/2).

Dalam lawatan ke Madiun, Gubernur Jatim mencoba mencanting batik bersama perajin setempat. Menurut Khofifah dalam pembuatan batik harus dilengkapi dengan filosofi agar menarik konsumen untuk membeli batik juga bisa memberikan nilai tambah dari kekuatan batik itu sendiri. ” Batik-batik yang ada kalau boleh dilengkapi dengan story telling, untuk memperkuat produk batik, ” kata Gubernur, Selasa (15/2).

Di kesempatan yang sama, Gubernur Jatim mengatakan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) memberikan kouta kepada Jatim sebanyak 15 desa untuk dijadikan desa devisa pada tahun 2022 ini. Khofifah mengimbau agar Kabupaten dan Kota Madiun mengusulkan desa devisa.
” Karena kalau ini jadi desa devisa, LPEI nantinya akan memberikan penguatan baik desain maupun kualitas produk serta tren pasar termasuk pembiayaan. Jika sudah masuk katalog LPEI saya berharap bisa mempercepat pengembangannya, ” ungkapnya.

Baca Juga :  Jadi Mucikari Istri, Seorang Suami Di Madiun Dibekuk Polisi.

Diketahui, Kabupaten Madiun memiliki corak khas batik Kampung Pesilat yang menjadi ikon. Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan jika batik merupakan bagian pemberdayaan masyarakat yang sedang digalakkan. ” Kehadiran Ibu Gubernur disini, pastinya memberikan semangat baru untuk para pembatik dan UMKM yang ada di Kabupaten Madiun, ” ujar Bupati Madiun.

Baca Juga :  Pamit Ziarah Adik, Seorang Kakak Di Magetan Ditemukan Meninggal Didasar Jembatan.

Kaji Mbing sapaan akrab Bupati Madiun, menyampaikan kedatangan Khofifah juga diharapkan menjadi pendongkrak minat batik. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh Khofifah yang memposting dan memperkenalkan durian yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Madiun. ” Seperti kemarin postingan ibu Gubernur tentang durian yang langsung banyak diserbu oleh masyarakat, kita harapkan sama dengan batik, ” pungkasnya.

Sebagai informasi, Desa Devisa sendiri merupakan program pendampingan yang digagas LPEI berbasis pengembangan masyarakat atau komunitas (community development). Program Desa Devisa memberi kesempatan bagi wilayah yang memiliki produk unggulan berorientasi ekspor untuk mengembangkan potensi secara ekonomi, sosial dan lingkungan bagi kesejahteraan masyarakatnya.

Berita ini 19 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Pacitan Level I, Bupati Minta Siaga Varian Omicron.

Berita Update

KONI Magetan Kucuri Bonus Jutaan Rupiah Peraih Medali Porprov VII Jatim.

Berita Update

Paparan Covid-19 Kota Madiun, Jumlah Kematian Terus Bertambah.

Berita Update

10 Warga Terjaring Operasi Pamor Keris Polres Ngawi.

Berita Update

Catur Widayat Kembali Pimpin RSUD Sayidiman Magetan.

Berita Update

Liga 3 Jatim, Persemag Magetan Tergabung Dalam Group H.

Berita Update

Koruptor Pengadaan Pupuk Dari Aceh Dijebloskan Ke Rutan Magetan.

Berita Update

Harga Selangit Sarpras Di Proyek KRM Dinas TPHPKP Magetan