Ketika Harga Cabai Mahal, Petani Madiun Malah Gagal Panen.

- Jurnalis

Minggu, 12 Juni 2022 - 05:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani cabai di Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun saat menyemprot obat tanaman cabai jenis Elegance. ( Bayu Septian/Madiun).

Petani cabai di Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun saat menyemprot obat tanaman cabai jenis Elegance. ( Bayu Septian/Madiun).

MADIUN (Jatimnesia.com) – Meroketnya harga cabai dipasaran ternyata tidak dinikmati semua petani. Di Kabupaten Madiun petani cabai malah banyak yang mengeluh gagal panen akibat serangan hama.

Salah satunya dialami Mashuri (45) petani cabai di Desa Klorogan, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Dirinya mengaku tanaman cabainya rusak akibat serangan hama patek dan jamur. ” Dari petani halangannya tanamnya susah, tiap kali mau panen kena penyakit patek dan jamur, ” kata Mashuri, Sabtu (12/6).

Baca Juga :  Prabowo - Gibran Unggul Sementara Di Magetan 64.71%.

Mashuri mengungkapkan, sebelum tanaman cabainya diserang penyakit, dirinya mampu memanen cabai hingga satu kwintal dalam sekali panen. ” Dulu saya setengah kotak itu bisa sampai 1 kwintal sebelum terkena penyakit, sekarang 10 Kilogram saja tidak sampai, ” keluhnya.

Baca Juga :  KPU Dan Bawaslu Magetan Minta Parpol Segera Copoti APK

Bapak dua anak itu memprediksi, alasan tersebutlah yang membuat harga cabai di pasaran naik karena banyak petani gagal panen akibatnya kebutuhan masyarakat tidak mampu terpenuhi.” Akibat gagal panen petani, panen tapi sedikit, jadi pasokan di pasar-pasar berkurang jadi harganya naik, ” pungkasnya.

Berita Terkait

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.
Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.
Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.
Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.
Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?
Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.
Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.
Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.
Berita ini 151 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 20:52 WIB

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Februari 2024 - 14:55 WIB

Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.

Senin, 26 Februari 2024 - 12:56 WIB

Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:45 WIB

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:38 WIB

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:41 WIB

Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:32 WIB

Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:27 WIB

Jelang Pilkada Magetan, Pemkab Ingatkan ASN Dilarang Campur Tangan Politik.

Berita Terbaru

Pengurukan lahan untuk penambahan gedung 7 dan 8 RSUD dr Darsono Pacitan ( Apriyanto/Pacitan).

Berita Update

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Feb 2024 - 20:52 WIB

Beras, Bahan Pokok Pangan.

Berita Update

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:45 WIB

Noorbiyanto. (Ist)

Berita Update

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:38 WIB