Home / Berita Update

Jumat, 21 Oktober 2022 - 18:10 WIB

Lima Desa Di Magetan Kategori Tinggi Bencana Hidrometeorologi.

Tim BPBD Magetan Memantau Alat Early Warning System Di Salah Satu Titik Lokasi Rawan Longsor. ( BPBD Magetan For Jatimnesia )

Tim BPBD Magetan Memantau Alat Early Warning System Di Salah Satu Titik Lokasi Rawan Longsor. ( BPBD Magetan For Jatimnesia )

MAGETAN (Jatimnesia.com)- Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan meminta masyarakat mewaspadai potensi bencana Hidrometeorologi.

Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi menuturkan, di Kabupaten Magetan memiliki beberapa titik daerah rawan bencana alam tanah longsor. ” Hampir seluruh desa di Kecamatan Poncol dan Kecamatan Plaosan, sebagaian kecil Desa di Kecamatan Parang, Kecamatan Sidorejo dan Kecamatan Panekan, ” kata Eka Wahyudi, Jumat ( 21/10).

Dari sekian wilayah tersebut, ada lima desa yang menjadi daerah rawan longsor berkategori tinggi. ” Kategori tinggi yakni Desa Gonggang, Ngancar, Sarangan, Dadi dan Genilangit, ” tambah Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan.

Baca Juga :  Kode Etik Jurnalistik

Kepada Jatimnesia.com, Eka Wahyudi menjelaskan, BPBD Magetan sudah melakukan berbagai upaya pencegahan dengan pemasangan alat deteksi dini/ Early Warning System (EWS) longsor serta pembentukan dan pelatihan Satuan tugas ( Satgas) penanggulangan bencana tingkat Desa di masing-masing desa serta pendidikan posko.

” Ada juga aktivasi posko dan pos lapangan atau pos pantau siaga bencana Hidrometeorologi di kantor BPBD dan di sekitar wilayah Plaosan, ” jelasnya.

BPBD Magetan menghimbau kepada masyarakat untuk waspada dan siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi dengan selalu memantau situasi sekitar, membatasi aktivitas di luar rumah apabila terjadi cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Pilkada Magetan Digelar 27 November 2024.

” Membatasi aktivitas di luar rumah apabila terjadi hujan deras disertai angin kencang (cuaca ekstrim), Jika terpaksa berada di luar rumah hindari berteduh di bawah pohon besar, baliho, serta waspada terhadap saluran air atau gorong-gorong, ” pungkas Eka Wahyudi

Sebagai informasi, Puncak musim hujan  diperkirakan antara bulan Desember 2022 sampai dengan Januari 2023 dan akhir musim hujan diperkirakan bulan Februari sampai dengan Maret 2023.

Berita ini 118 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Menilik ” Kampung Madinah ” Desa Temboro.

Berita Update

Trotoar Di Magetan Alih Fungsi Jadi Area Parkir.

Berita Update

Nenek Diponorogo Selamat Saat Dapur Dilalap Api.

Berita Update

Dampak Wabah PMK, Penjualan Hewan Kurban Di Madiun Anjlok.

Berita Update

Pemilu 2024, Bawaslu Magetan Lirik Peran Media.

Berita Update

Bupati dan Ketua KONI Lepas 143 Atlet Magetan Ke Porprov VII.

Berita Update

Komplotan Pencuri- Penadah Barang Curian Dibekuk Polres Ngawi.

Berita Update

Mobdin Dilarang Untuk Mudik dan Plesiran ASN.