Home / Berita Update / Pemerintahan

Kamis, 10 November 2022 - 13:34 WIB

Marak Lakalantas Pelajar Bawa Ranmor, Pemkab Magetan Bakal Tambah Jumlah Angkutan Pelajar.

Suprawoto, Bupati Magetan. ( Joko Nugroho/Magetan).

Suprawoto, Bupati Magetan. ( Joko Nugroho/Magetan).

MAGETAN [Jatimnesia.com]- Kabarnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan akan menambah jumlah angkutan untuk pelajar Tahun 2023 mendatang. Pasalnya banyak pelajar yang tidak terakomodasi tumpangan gratis tersebut.

Kepada Jatimnesia.com, Bupati Magetan mengamini kabar tambahan tersebut. ” Sekarang khan belum bisa tercover semuanya, utamanya daerah-daerah yang ada di pegunungan,” kata Suprawoto, Kamis (10/11).

Bupati Magetan mengaku prihatin dengan peristiwa Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) yang dialami sejumlah pelajar jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang nekat mengendarai Kendaraan bermotor (Ranmor) ke sekolah. ” Mereka semua itu khan belum boleh mengendarai kendaraan, terpaksa karena tidak ada angkutan dan itu sangat berbahaya bagi anak-anak, ” ungkap Suprawoto.

Baca Juga :  Jelang Ramadhan, Harga Sembako Di Pacitan Masih Stabil.

Tidak ingin daftar kasus lakalantas yang melibatkan pelajar SMP semakin panjang, Bupati Magetan memastikan akan menambah jumlah angkutan gratis untuk siswa sekolah.” Oleh sebab itu, memperbanyak angkutan untuk pelajar, yang jelas tambah. Dengan dana yang diarahkan oleh pemerintah pusat, ” pungkas Bupati Magetan.

Sebagai informasi, sesuai peraturan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pemerintah mewajibkan usia minimal 17 Tahun bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk memilih SIM.

Baca Juga :  Parakerta Magetan Sukses Genjot Ekonomi Rakyat Paska Pandemi.

Sementara itu, Pasal 281 UU 22/2009 menyebut, setiap pengendara kendaraan bermotor yang tidak memiliki SIM dipidana dengan pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta. Sedangkan, setiap pengendara kendaraan bermotor yang memiliki SIM namun tak dapat menunjukkannya saat razia dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu, tersebut pada Pasal 288 ayat 2.

Berita ini 45 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Sarpras Olahraga Di Pacitan Jadi Sorotan DPRD.

Berita Update

24 Raperda Ditarget Rampung 2022.

Berita Update

11 Parpol Terima Banpol Dari Pemkot Madiun.

Berita Update

Gagahi Gadis Bawah Umur, Warga Panekan Dijebloskan Penjara.

Berita Update

Pelayanan Publik Magetan Diganjar Rapor Kuning Oleh Ombudsman Jatim.

Berita Update

Ratusan Knalpot Brong Dimusnahkan Polres Magetan.

Berita Update

Bupati Pacitan : Terima Kasih Para Relawan !

Berita Update

Ngawi Terapkan PTM 6 Hari Jenjang SD.