• Jual Murah Camera DSLR Merk Nikon D3200 Rp 1.950.000,- Hubungi 081-335-326-942
  • Axel Florist Penyedia Papan Ucapan Karangan Bunga Ternama Di Madiun Raya. Hubungi 081-335-326-942
  • Marketing Iklan Baris 081-335-326-942. * Harga Rp 49.000 Per Tayang Durasi 1 Minggu

Home / Berita Update / Pemerintahan

Jumat, 13 Mei 2022 - 07:30 WIB

Menengok Museum Trinil Di Kabupaten Ngawi.

Sujono Selaku Pengelola Museum Trinil Menunjukan Tulang - Tulang Era Zaman Pra sejarah. (Argie Prayura/Ngawi)

Sujono Selaku Pengelola Museum Trinil Menunjukan Tulang - Tulang Era Zaman Pra sejarah. (Argie Prayura/Ngawi)

NGAWI (Jatimnesia.com) – Museum Trinil adalah salah satu museum yang menyimpan banyak sekali macam penemuan dari berbagai fosil yang pernah ditemukan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

Di Museum Trinil setidaknya ada 4000 fosil yang telah ditemukan sejak tahun 1891, pada saat itu yang pertama kali menemukan fosil yaitu Eugene Dubois. ” Dari pendataan itu, setidaknya ada 4000 fosil,” kat Sujono (53) Pengelola Museum Trinil yang terletak di Desa Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten ngawi (12/5).

Sujono mengungkapkan, dari ribuan fosil tersebut, yang dipajang di dalam pameran museum Trinil hanya sekitar 10 persen saja, sedangkan sisanya disimpan dilokasi tertentu. ” Dari data di laboraturium yang berkisar 4000 fosil itu, hanya 10 persen yang dipajang di museum trinil” ungkapnya.

Baca Juga :  Dikpora Magetan Rehab 44 Sekolah.

Berbagai fosil disimpan di Museum Trinil seperti fosil hewan purba maupun sisa – sisa kehidupan pada zaman pra sejarah, termasuk era manusia kera yang berjalan tegak Pithecanthropus Erectus.

” Ada berbagai macam fosil, ada gajah, badak, banteng dan juga sisa sisa kehidupan dari jaman pra sejarah yaitu jaman pleistosen, termasuk juga yang menjadi ikonnya trinil yang sebagai penelitian pokok yaitu pithecanthropus erectus, manusia kera yang berjalan tegak,” ujar Sujono.

Museum Trinil sendiri terletak di bantaran sungai Bengawan Solo. Nama Trinil diambil dari nama situs penggalian manusia purba yang berarti Tri adalah 3 dan Nil adalah nama sebuah sungai. Dimana Trinil ini juga merupakan perbatasan dari 3 desa di Kabupaten Ngawi yaitu, Ngancar, Kawu dan Gemarang.

Baca Juga :  Ratusan Mobil VW Ikut Gelaran Madiun VolksWeekend.

” Trinil ini diambil dari situs penggalian bahwa di penggalian manusia purba pada jaman Belanda yang dilakukan oleh Eugene Dubois pada tahun 1891 sampai 1893 merupakan perbatasan 3 desa, yaitu sebelah timur itu desa Ngancar, sebelah barat ini desa Kawu dan sebelah utara museum itu desa Gemarang, artinya bahwa penggalian di 3 perbatasan desa, tri itu tiga dan nil adalah kiasan dari nama sungai” pungkas Sujono.

Untuk akses jalan menuju Museum Trinil sudah cukup baik, 3 Km dari jalan raya sudah terdapat papan informasi mengenai letak museum trinil. “Sudah bagus, jalannya sudah bagus disamping juga 3km masuk dari jalan raya itu juga masyarakat tidak bingung” ucap Sujono.

Berita ini 147 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Komentar Warga Pacitan Melihat Tokoh Jemput Tahun Politik 2024.

Berita Update

Mahasiswa KSM UNISMA Sosialisasi Layanan Gugatan Mandiri Kepada Para Pencari Keadilan Di PA Magetan.
Barang Bukti Narkoba Jenis Sabu - Sabu Milik Tersangka. ( Ferdy/Ngawi).

Berita Update

Polres Ngawi Bekuk Pemulung Budak Sabu.

Berita Update

Pondasi Jembatan Cangkring Pacitan Ambrol.

Berita Update

Sekwan Diminta Tidak Membeda-Bedakan Layanan Anggota DPRD Pacitan.

Berita Update

Satpol PP Magetan Terima Laporan Jualbeli Tanah Aset.

Berita Update

Paripurna DPRD Magetan, Bahas 2 Raperda Bentukan Pemkab.

Berita Update

Bupati Magetan Meminta Guru TK Pakai Teori Tabula Rasa.