• Jual Murah Camera DSLR Merk Nikon D3200 Rp 1.950.000,- Hubungi 081-335-326-942
  • Axel Florist Penyedia Papan Ucapan Karangan Bunga Ternama Di Madiun Raya. Hubungi 081-335-326-942
  • Marketing Iklan Baris 081-335-326-942. * Harga Rp 49.000 Per Tayang Durasi 1 Minggu

Home / Berita Update / Pariwisata

Senin, 5 September 2022 - 21:12 WIB

Menilik ” Kampung Madinah ” Desa Temboro.

Aktifitas Warga Didesa Temboro  Berjuluk Kampung Religi. (Joko Nugroho/Magetan).

Aktifitas Warga Didesa Temboro Berjuluk Kampung Religi. (Joko Nugroho/Magetan).

MAGETAN (Jatimnesia.com)- Desa Temboro, Kecamatan Karas, dikenal sebagai kampung Madinah oleh masyarakat Kabupaten Magetan. Pasalnya mayoritas pakaian yang dikenakan oleh warga Temboro layaknya busana di negeri Arab yakni Gamis panjang hingga mata kaki bagi kalangan laki – laki dan Gamis Syari Niqab bagi perempuan.

Selain penduduk lokal, Desa Temboro juga dipenuhi santri dari berbagai pelosok nusantara bahkan luar negeri, mulai Malaysia, Singapore, Brunai Darusalam serta negara – negara lain. Sumber yang dihimpun jumlah santri yang belajar di Pondok Pesantren Al Fatah Temboro mencapai 25 ribu orang.

Baca Juga :  Bawa Tim Kesehatan, Kapolres Ngawi Kunjungi Anggota Yang Keluarganya Sakit.

Akibat melubernya pelancong yang datang ke Desa Temboro dari berbagai wilayah, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan akhirnya menjadikan desa Temboro sebagai destinasi wisata Kampung Santri.

Karena telah menjadi etalase Kabupaten Magetan dimata pendatang, Pemkab Magetan memoles infrastruktur desa Temboro, mulai jalan, jembatan hingga penyediaan sarana kesehatan berupa Puskemas Pembantu (Pustu).

Di Kampung Madinah Desa Temboro, Traveler dapat menyaksikan hiruk pikuk santri dari berbagai negara yang menimba ilmu di Ponpes Al- Fatah. Dan, pada waktu – waktu tertentu ribuan santri tumpah ruah disepanjang jalan berburu kebutuhan makan dan sehari- hari.

Baca Juga :  Wisata Kuliner Zaman Kolonial Ada Di Sarangan

Salah satu warga desa Temboro yang ditemui Jatimnesia mengaku bersyukur wilayahnya kini menjadi jujugan santri dari segala pelosok dunia.” Alhamdulilah, semoga menjadikan manfaat dan barokah untuk semua umat,” ungkap Khoirul Anwar (28) warga Desa Temboro, Senin ( 5/9).

Khoirul mengaku meskipun santri di Temboro berasal dari berbagai wilayah dengan adat yang berbeda namun mereka dapat hidup rukun berdampingan dan saling menjaga hubungan silaturohmi dengan penduduk asli. ” Alhamdulilah kami selalu menjaga ukhuwah islamiyah,” pungkasnya.

Berita ini 137 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Kinerja Apik Disnakan Magetan Berlanjut Tahun 2022.

Berita Update

Jadi Mucikari Istri, Seorang Suami Di Madiun Dibekuk Polisi.

Berita Update

Kode Keras DPRD Pacitan, Polemik Siswa Minim Dukungan Berlaga Di Porseni Tulungagung.

Berita Update

Papan Iklan Rokok Berdiri Di KTR, Kepala DPMPTSP Magetan Klaim Tidak Berijin.

Berita Update

Meledak Hancurkan Rumah, Polres Madiun Bekuk Peracik Dan Penjual Bubuk Mercon.

Berita Update

Bupati Magetan Hentikan Penerbitan Ijin Karaoke.

Berita Update

Bupati Pacitan Lantik 8 Kepala OPD Hasil Lelang Jabatan.

Berita Update

Polres Magetan Lidik Dugaan Tipikor Proyek Paving Block