Home / Berita Update

Senin, 21 Februari 2022 - 17:55 WIB

Nestapa Produsen Tempe Di Kota Madiun.

Produsen tempe di kelurahan Kelun, kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. ( Bayu Septian/Madiun).

Produsen tempe di kelurahan Kelun, kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. ( Bayu Septian/Madiun).

MADIUN KOTA (Jatimnesia.com) – Produsen tempe di Kelurahan Kelun, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun terpaksa mengurangi jumlah produksinya akibat harga kedelai yang terus meroket naik.

Mereka mengaku lonjakan harga kedelai dimulai Januari, yang semula Rp 7, 000 per Kilogram (Kg) kini menjadi Rp 11,500 per Kg. ” Sebelum naik itu tujuh ribu, terus bertahap sampai sekarang ini jadi sebelas ribu lima ratus untuk per kilonya, ” kata Suminah (59), produsen tempe di Kelurahan Kelun, Kota Madiun, Senin (21/2).

Baca Juga :  Sidak Kampung Susu Lawu, Ketua Dewan Minta Percepat Bangun IPAL.

Melambungnya harga bahan baku, membuat Suminah memangkas produksi tempe buatanya. Jika sebelumnya mampu membuat 1 kuintal kini hanya 75 Kg. ” Ukuranya sedikit dikurangi, kalau harganya tida berani menaikan tetap dua ribu lima ratus perbungkus, ” keluhnya.

Baca Juga :  Razia Balap Liar, Polres Ngawi Amankan 15 Ranmor.

Suminah berharap pemerintah dapat menurunkan harga kedelai seperti dulu lagi, agar produsen kecil seperti dirinya tidak gulung tikar. ” Minta turun harga kedelai saja, agar kami tidak bangkrut,” pungkasnya.

Berita ini 36 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Desa Tanjungsari Pacitan Dikucuri Program Kotaku Rp 1 Miliar.

Berita Update

Permendag Nomor 6 Tahun 2022 Dicabut, Harga Minyak Goreng Tidak Pasti.

Berita Update

Polres Magetan Musnahkan Barang Bukti Narkoba Dan Miras.

Berita Update

Kadikbud Ngawi Pastikan KBM Tetap Pakai Masker.

Berita Update

Ledakan Kasus Covid-19 Kota Madiun Terus Terjadi.

Berita Update

Dinas Perkim Magetan Garap 808 Unit RTLH.

Berita Update

Proyek Twinroad Magetan Era “Sumantri-Samsi” Terkatung-Katung.

Advertorial

Satpol PP & Damkar Magetan Ingatkan Sanksi Berat Pengedar Rokok Ilegal.