• Jasa Cetak & Pasang Banner Berbagai Ukuran. Hubungi “tukangbanner” ☎ 081-335-326-942
  • Jual Murah Camera DSLR Merk Nikon D3200 Rp 1.500.000,- Hubungi ☎ 081-335-326-942
  • Axel Florist Penyedia Papan Ucapan Karangan Bunga Ternama Di Madiun Raya. Hubungi ☎ 081-335-326-942
  • Marketing Iklan Baris ☎ 081-335-326-942. * Harga Rp 49.000 Per Tayang Durasi 1 Minggu

Home / Berita Update

Kamis, 3 Agustus 2023 - 23:14 WIB

Pacitan Dilanda Krisis Air Bersih.

Warga Pacitan berbagi air bersih. ( Apriyanto/Pacitan).

Warga Pacitan berbagi air bersih. ( Apriyanto/Pacitan).

PACITAN [Jatimnesia.com] – Tiga Kecamatan di Kabupaten Pacitan Jawa Timur mengalami krisis air bersih. Ketiga wilayah tersebut meliputi Kecamatan Kebonagung, Kecamatan Punung dan Kecamatan Bandar.

Warga di 8 desa yang masuk 3 Kecamatan itu telah meminta pasokan air bersih kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pacitan.

” Untuk droping air ada 8 Desa dari 3 Kecamatan meliputi Kecamatan Kebonagung, Punung dan Bandar. Mulai masuk surat resmi permintaan bantuan air bersih. Untuk hari ini droping ke Desa Sambong, Kecamatan Pacitan dan Desa Wora Wari Kecamatan Kebonagung. Ada lagi permintaan droping air baru masuk suratnya hari ini dari Desa Plumbungan, Kecamatan Kebonagung.” kata Radit Suryo Anggono, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Kamis (3/8).

Baca Juga :  DPRD Pacitan Apresiasi Penangananan Kebencanaan Bupati Indrata Nur Bayuaji.

Radit menjelaskan bahwa delapan desa yang meminta bantuan droping air bersih tersebut merupakan daerah yang masuk peta zona kekeringan setiap tahunnya.” Daerah itu tahun lalu masuk zona kekeringan juga.”imbuhnya.

Menurut Radit, desa yang mengalami kekeringan tahun lalu ada sekitar 172 Desa di 11 Kecamatan. Namun diprediksi tahun ini jumlahnya menurun karena sudah mendapatkan program pengaliran air bersih.

Baca Juga :  Rabu Besok, THR Untuk ASN Magetan Cair.

” Kita data dari desa perkecamatan permohonan permintaan air bersih dari desa melalui kecamatan, pemetaan seperti tahun lalu ada 172 desa dari 11 kecamatan itu memang rutin terjadi.” terangnya.

Hingga saat ini BPBD Pacitan masih menunggu perkembangan terkait permintaan bantuan air bersih tersebut. ” Awal Agustus ini, sekarang sudah mulai kekeringan lagi, mulai banyak permintaan bantuan droping air ini.” pungkas Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan. (Apri).

Share :

Baca Juga

Berita Update

RSUD Magetan Belanja Genok Rp 4,6 Miliar.

Berita Update

Jadi Ladang Proyek, Dana Miliaran Mengalir Ke Gedung Literasi.

Berita Update

Dinkes Magetan Tutup RSD Ki Mageti.

Berita Update

Fakta Membanggakan AKP Agnis Juwita Manurung, Kasat Lantas Polres Malang.

Berita Update

Di Magetan, Duda Bejat Cabuli Bocah SD.

Berita Update

Habib Luthfi bin Yahya Ke Ngawi, Ini Agendanya.

Berita Update

Ketua DPRD Magetan Sesalkan Perawatan Bollard Trotoar.

Berita Update

Jelang Ramadhan, Dinkes Magetan Minta Waspadai Mamin Tidak Sehat.