Petani Madiun Trauma Harga Gabah Anjlok

- Jurnalis

Minggu, 6 Maret 2022 - 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petani Padi di Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun sedang memanen Padi menggunakan mesin ( Bayu Septian/Madiun).

Petani Padi di Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun sedang memanen Padi menggunakan mesin ( Bayu Septian/Madiun).

MADIUN (Jatimnesia.com) – Petani di Desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun trauma anjloknya harga gabah setiap musim panen tiba.

Awal musim panen saat ini, harga gabah sudah mulai turun dipasaran. Jika sebelumnya Rp 460 ribu per kuintal kini Rp 430 ribu per kuintal. Petani di Kabupaten Madiun memprediksi harga akan terus terjun bebas.

” Panen yang kemarin itu sampai Rp 460 ribu per kuintal, sekarang hanya Rp 430 ribu per kuintal, ” kata Veni Nalifa (40), Petani warga desa Wayut, Kecamatan Jiwan, Minggu (6/3).

Baca Juga :  Berusia 114 Tahun, SDN Sukowinangun 1 Magetan Komitmen Terus Cetak Generasi Emas.

Fenomena harga gabah anjlok membuat petani kelabakan. Mereka dipastikan merugi ketika musim panen. ” Harganya biasa turun, ini masih awal panen, kalau udah ramai panen malah anjlok lagi biasanya,” keluh Veni diungkapkan kepada Jatimnesia.com.

Keresahan petani tidak hanya ketika musim panen akibat harga gabah anjlok. Minimnya pasokan pupuk bersubsidi juga menjadi beban. Mereka terpaksa merogoh kocek dalam untuk membeli pupuk non subsidi yang harganya sangat mahal.

Baca Juga :  Amankan Coblosan, Ratusan Polisi Magetan Digeser Ke TPS.

” Pupuk yang subsidi dijatah sangat sedikit, jadi harus dibantu dengan yang non-subsidi meskipun harganya mahal,” pungkas ibu 3 anak tersebut.

Berita Terkait

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.
Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.
Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.
Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.
Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?
Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.
Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.
Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 20:52 WIB

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Februari 2024 - 14:55 WIB

Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.

Senin, 26 Februari 2024 - 12:56 WIB

Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:45 WIB

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:38 WIB

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:41 WIB

Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:32 WIB

Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:27 WIB

Jelang Pilkada Magetan, Pemkab Ingatkan ASN Dilarang Campur Tangan Politik.

Berita Terbaru

Pengurukan lahan untuk penambahan gedung 7 dan 8 RSUD dr Darsono Pacitan ( Apriyanto/Pacitan).

Berita Update

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Feb 2024 - 20:52 WIB

Beras, Bahan Pokok Pangan.

Berita Update

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:45 WIB

Noorbiyanto. (Ist)

Berita Update

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:38 WIB