• Jual Murah Camera DSLR Merk Nikon D3200 Rp 1.950.000,- Hubungi 081-335-326-942
  • Axel Florist Penyedia Papan Ucapan Karangan Bunga Ternama Di Madiun Raya. Hubungi 081-335-326-942
  • Marketing Iklan Baris 081-335-326-942. * Harga Rp 49.000 Per Tayang Durasi 1 Minggu

Home / Berita Update / Hukum & Kriminal

Jumat, 27 Mei 2022 - 19:08 WIB

Polresta Madiun Gerebek Pabrik Miras.

Kapolresta Madiun AKBP Suryono Melihat Alat Produksi Miras. ( Bayu Septian/Madiun).

Kapolresta Madiun AKBP Suryono Melihat Alat Produksi Miras. ( Bayu Septian/Madiun).

KOTA MADIUN (Jatimnesia.com) – Kepolisian Resort Kota (Polresta) Madiun menggerebek pabrik Minuman Keras (Miras) Arak Jowo (Arjo) di Jalan Sidotopo, RT 23/ RW 6 Desa Sidomulyo, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun, Selasa (24/5).

Terbongkarnya kasus produksi Miras ilegal ini berawal dari pengungkapan jual beli Miras di salah satu kios di Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, dimana polisi berhasil menemukan 18 botol Miras. Setelah dikembangkan Polisi menemukan tempat produksinya.

” Kemudian dari situ kita kembangkan dari mana asal barangnya dan kita cari-cari informasi, kita temukanlah di wilayah Sawahan ini terdapat home industri pembuatan arak jowo, ” kata AKBP Suryono, Kapolresta Madiun, Jumat (27/5).

Dari penggerebekan tersebut, Polresta Madiun mengamankan lima orang pelaku yakni S 38) warga Lamongan serta empat orang warga Madiun antara lain SN (39), DRA (18), NC (33), dan SEC (23). ” Kita amankan sementara ada 5 orang, terdiri dari pembuat barang produksi, ” tegas Suryono.

Baca Juga :  Update Covid-19 Magetan, Masih Ada 23 Kasus Terkonfirmasi.

Menurut Kapolresta Madiun produksi miras ilegal ini sudah berlangsung selama satu bulan. ” Untuk produksi miras ini baru satu bulan ” Tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sidomulyo, Setiyo Margono, mengaku tidak tahu jika didesanya ada produksi Miras jenis Arjo tersebut. ” Kita kecolongan jika ada produksi miras di Sidomulyo ini, saya tidak menaruh kecurigaan apa-apa karena lingkungan juga kondusif, ” beber Kades Sidomulyo.

Baca Juga :  RSUD Magetan Gencar Cegah Stunting.

Kades Sidomulyo mengaku hanya menerima informasi jika lokasi tersebut digunakan untuk produksi Hand sanitizer. ” Kalau dari informasi yang saya peroleh dari pak RT, itu pertama mau ada kegiatan pembuatan Hand sanitizer, pada saat itu kami malah senang dengan adanya itu, ternyata aplikasi di lapangan tidak seperti itu, ” pungkas Setiyo Margono.

Atas perbuatanya tersebut pelaku dijerat dengan pasal 204 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara Juncto pasal 62 Juncto Pasal 8 ayat 1 huruf A dan 1 UU nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen serta UU RI nomor 18 tahun 2012 tentang pangan pasal 140, 142 dan pasal 106 UU RI nomor 7 tahun 2014 tentang perdagangan.

Berita ini 30 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Menilik ” Kampung Madinah ” Desa Temboro.

Berita Update

Pesanan Tiket Arus Balik Terminal Maospati Masih Sepi.

Berita Update

BPBD Pacitan Gencar Sosialisasi Waspada Bencana Alam.

Berita Update

Proyek Twinroad Magetan Era “Sumantri-Samsi” Terkatung-Katung.

Berita Update

Polres Pacitan Tetapkan Nahkoda Kapal Jadi Tersangka.

Berita Update

Keluhkan Perpres 104/2021, Kades se-Pacitan Ngadu Ke Bupati.

Berita Update

Sedot APBD Rp 78 Juta Untuk Hiburan, Warga Magetan : Untuk Sembako Lebih Bermanfaat!

Berita Update

Bupati Magetan Pastikan, Tahun 2023 Tarif Air Dan Gaji Karyawan Perumdam Tidak Naik.