Puskesmas Kendal Minta Masyarakat Waspadai Hepatitis Akut.

- Jurnalis

Rabu, 18 Mei 2022 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ruang Pelayanan Puskesmas Kendal Kabupaten Ngawi. ( Argie/Ngawi).

Ruang Pelayanan Puskesmas Kendal Kabupaten Ngawi. ( Argie/Ngawi).

NGAWI (Jatimnesia.com) – Kasus Hepatitis akut yang sedang gempar di Indonesia yang belum diketahui penyebabnya menjadi kewaspadaan setiap birokrasi kesehatan, salah satunya UPT Puskesmas Kendal, Kabupaten Ngawi.

Kepala UPT Puskesmas Kendal, dr. Nurkholid Setiawan (38) memastikan hingga kini belum ada kasus Hepatitis akut dilaporkan ke Puskesmas Kendal. ” Sejauh ini belum ada kasus penyakit ini ditemukan disini, tetapi walaupun begitu tidak mengurangi rasa kewaspadaan kami untuk terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang penyakit ini”, kata dr. Nurkholid Setiawan.

Baca Juga :  Ratusan Jamaah Hadiri Sholawat Mushola Al Hikmah Pandean Maospati.

Namun, Nurkholid Setiawan memastikan jika ditemukan indikasi penyakit hepatitis akut diwilayah Kecamatan Kendal pihaknya siap untuk menangani dengan fasilitas yang ada. ” Sesuai dengan SOP, kita koordinasikan dengan semua perawat dan akan melakukan perawatan dan juga mengkoordinasikan kepada dinas kesehatan tentang tindak lanjut berikutnya”,ungkapnya.

Nurkholid meminta masyarakat waspada, karena gejala yang timbul dari hepatitis akut misterius dengan hepatitis biasa hampir sama, seperti demam, mual, muntah dan air kencing menjadi keruh.

Baca Juga :  Hitung Cepat DPC, Suara Partai Demokrat Di Pacitan Naik Siginifikan.

” Hepatitis sebenarnya penyakit pada hati, dan itu khan ada beberapa macam, penyebabnya ada hepatitis A, B, C dan D, itukhan virus dan jika itu tadi tidak termasuk pada penyakit A, B,C,D tadi, ini akan dimasukkan pada hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya karena gejalanya hampir sama dengan hepatitis biasa, dan masyarakat diminta untuk waspada jika terjadi gejala tersebut tidak terkecuali itu anak-anak maupun dewasa,”pungkasnya.

Berita Terkait

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.
Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.
Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.
Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.
Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?
Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.
Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.
Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.
Berita ini 220 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 20:52 WIB

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Februari 2024 - 14:55 WIB

Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.

Senin, 26 Februari 2024 - 12:56 WIB

Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:45 WIB

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:38 WIB

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:41 WIB

Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:32 WIB

Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:27 WIB

Jelang Pilkada Magetan, Pemkab Ingatkan ASN Dilarang Campur Tangan Politik.

Berita Terbaru

Pengurukan lahan untuk penambahan gedung 7 dan 8 RSUD dr Darsono Pacitan ( Apriyanto/Pacitan).

Berita Update

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Feb 2024 - 20:52 WIB

Beras, Bahan Pokok Pangan.

Berita Update

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:45 WIB

Noorbiyanto. (Ist)

Berita Update

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:38 WIB