Home / Berita Update / Kesehatan

Selasa, 25 Oktober 2022 - 14:50 WIB

RSUD Magetan Pastikan Beri Pasien Obat Rekomendasi BPOM.

Layanan Obat Di Apotik RSUD Magetan. (Joko Nugroho/Magetan).

Layanan Obat Di Apotik RSUD Magetan. (Joko Nugroho/Magetan).

MAGETAN (Jatimnesia.com)- Menanggapi kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan penggunaan obat cair atau sirup yang di duga menyebabkan gagal ginjal akut pada anak, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sayidiman Kabupaten Magetan memastikan hanya memberikan obat-obatan yang sudah disetujui oleh Badan Pengawasan Obat Dan Makanan (BPOM).

Hal ini di sampaikan Direktur RSUD dr. Sayidiman Magetan dr. Rohmat Santoso melalui dokter spesialis anak dr. Siti Ariffatus Saroh kepada Jatimnesia.com. ” Jadi saat ini kita hanya menggunakan obat-obatan sirup yang disetujui oleh BPOM bahwa itu aman, ” kata dr. Siti Ariffatus Saroh, Selasa (25/10).

Baca Juga :  Longsor, Rumah Warga Magetan Nyaris Ambrol.

Siti Ariffatus Saroh memastikan RSUD Magetan hanya memberikan obat kepada pasien sesuai rilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia yakni 133 obat yang sudah di cek keamanannya oleh BPOM. ” Kita memakai obat yang telah disetujui oleh BPOM yang kemarin rilis, meliputi obat demam, antibiotik, zat besi, obat diare, hingga obat anti epilepsi juga ada, sudah lengkap kok, ” jelas dokter spesialis anak RSUD Magetan.

Meski saat ini mengutamakan penggunaan obat jenis tablet, namun juga diizinkan memberikan obat jenis sirup atau cair dengan berbagai pertimbangan. ” Jadi obat-obat yang sifatnya urgensi yang tidak ada tabletnya ataupun anak itu tidak bisa untuk memakai obat yang tablet kita akan kasih tapi kita diizinkan berdasarkan kegawatannya dan yang kedua kita diizinkan dengan observasi kalau aman-aman saja akan kita lanjutkan, ” ungkap Siti Ariffatus Saroh.

Baca Juga :  Dikabarkan Ada Pungli Di Satpas SIM, Kapolres Magetan Pastikan Selidiki Secara Transparan.

Siti berpesan kepada masyarakat, untuk segera menghentikan penggunaan obat di luar izin BPOM agar tidak terjadi kondisi yang tidak diinginkan.” Jadi untuk penggunaan obat sirup yang diluar BPOM kita hentikan dulu, kita menunggu kabar dari pemerintah apa yang harus kita lakukan. Jadi stop dulu penggunaan, kita beralih dulu ke tablet misalnya, ” pungkasnya.

Berita ini 37 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Awasi Pangan Sehat, Wabup Pacitan Himbau Sinergitas Berbagai Pihak.

Advertorial

Satpol PP Dan Damkar Magetan Gencar Sosialisasi Larangan Peredaran Rokok Ilegal.

Berita Update

Blusukan Ke Magetan, Ganjar Pranowo Kunjungi Batik Ciprat Produksi Penyandang Disabilitas.

Berita Update

57.669 KPM Di Pacitan Terima Bantuan Kemensos.

Berita Update

Nestapa Produsen Tempe Di Kota Madiun.

Berita Update

Lelang Jabatan Kepala OPD Pacitan, 31 ASN Tersisih.

Berita Update

Gempa Tektonik 5,3 Magnitudo Guncang Selatan Jatim Dan Bali

Berita Update

LKPJ Bupati Madiun TA 2021, DPRD Berikan 13 Catatan.