• Jual Murah Camera DSLR Merk Nikon D3200 Rp 1.950.000,- Hubungi 081-335-326-942
  • Axel Florist Penyedia Papan Ucapan Karangan Bunga Ternama Di Madiun Raya. Hubungi 081-335-326-942
  • Marketing Iklan Baris 081-335-326-942. * Harga Rp 49.000 Per Tayang Durasi 1 Minggu

Home / Berita Update / Hukum & Kriminal

Minggu, 23 Januari 2022 - 13:24 WIB

Sanksi Hukum Bila Membiarkan Jalan Rusak.

Kondisi Jalan Alternatif Barat - Karangrejo. ( Redaksi Jatimnesia).

Kondisi Jalan Alternatif Barat - Karangrejo. ( Redaksi Jatimnesia).

MAGETAN (Jatimnesia.com)- Penyelenggara jalan dapat menjadi pesakitan jika membiarkan kerusakan jalan hingga mengakibatkan pengguna jalan celaka. Aturan ini termuat dalam Undang – Undang (UU) Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Pasal 24 ayat 1 (satu) menyebut, Penyelenggara wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan yang rusak yang dapat mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Dilanjutkan ayat (2), Dalam hal belum dapat dilakukan perbaikan Jalan yang rusak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), penyelenggara Jalan wajib memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak untuk mencegah terjadinya Kecelakaan Lalu Lintas.

Faktanya, media ini tidak menemukan papan informasi yang diberikan oleh penyelenggara jalan rusak di Kabupaten Magetan. Salah satunya di jalan penghubung Kecamatan Barat – Kecamatan Karangrejo.

Baca Juga :  Membanggakan, Dinas Koperasi dan UM Magetan Sabet Penghargaan DisKop-UKM Jawa Timur.

Dengan kondisi jalan berlubang disana – sini dapat membahayakan pengguna jalan yang melintas di jalur alternatif Barat – Karangrejo tersebut. Padahal ancaman kurungan penjara dan denda dapat dijeratkan kepada penyelenggara jika abai pada Pasal 24 UU LLAJ.

Tersebutkan pada pasal 237 UU LLAJ. Ayat 1 (satu), Setiap penyelenggara Jalan yang tidak dengan segera dan patut memperbaiki Jalan yang rusak yang mengakibatkan Kecelakaan Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (1) sehingga menimbulkan korban luka ringan dan/atau kerusakan Kendaraan dan/atau barang dipidana dengan penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

Pun ayat (2), Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan luka berat, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00 (dua puluh empat juta rupiah). Ayat (3) Dalam hal perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan orang lain meninggal dunia, pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau denda paling banyak Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh juta rupiah).

Baca Juga :  Desa Tanjungsari Pacitan Dikucuri Program Kotaku Rp 1 Miliar.

Sedangkan ayat (4) Penyelenggara Jalan yang tidak memberi tanda atau rambu pada Jalan yang rusak dan belum diperbaiki sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau denda paling banyak Rp1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah).

Kepala Bidang Bina Marga, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Magetan Didik Budiman belum merespon konfirmasi wartawan terkait perihal tersebut. Pesan singkat yang dikirim juga belum terbalaskan.

Berita ini 34 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Porprop VII Jatim, Kontingen Magetan Kantongi 12 Medali.

Berita Update

Magetan Sukses Menggelar Grand Final Duta GenRe 2022.
Peta Sebaran Covid-19 Di Kota Madiun. ( tangkap layar @pemkotmadiun).

Berita Update

Kasus Covid-19 Kota Madiun Terus Naik.

Berita Update

Superhero Suntik Vaksin Anak-Anak Pacitan.

Berita Update

Kabag Hukum Pacitan Beber Polemik Biaya PTSL.

Berita Update

Terkait Papan Iklan Rokok Di KTR, Satpol PP Dan DPM PTSP Silang Pendapat.

Berita Update

Imam Rofingi, Seorang Pengacara Juga Petani.

Berita Update

Bawaslu Magetan Berharap Sebagian Hibah Pilkada Cair 2023.