Home / Berita Update / Pemerintahan

Selasa, 23 November 2021 - 23:02 WIB

Tahun 2022, UMP Jatim Naik Rp 22,790,-

Pengumuman UMP Jawa Timur Tahun 2022.(Kmfjtm)

Pengumuman UMP Jawa Timur Tahun 2022.(Kmfjtm)

SURABAYA (Jatimnesia.com)- Surat Keputusan (SK) Gubernur Nomor 188/783/KPTS/013/2021 tentang Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Jawa Timur Tahun 2022 diteken Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Tahun 2022 besaran UMP Jatim naik sebesar 1,22 persen atau naik Rp 22.790,04 dari UMP 2021 Rp 1.868.777,08.

Secara publik penetapan UMP Jawa Timur disampaikan Plh Sekdaprov Jatim, Heru Tjahjono yang mewakili Gubernur Jawa Timur bersama dewan pengupahan Provinsi Jatim dan Disnakertrans di gedung negara Grahadi, Minggu (21/11).

Dilansir dari kominfo.jatimprov.go.id, keputusan ini diambil berdasar hasil sidang pleno pembahasan rekomendasi besaran UMP Jatim 2022 yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Jatim yang dihadiri 22 orang anggota. Mereka terdiri dari delapan orang unsur pemerintah, lima orang unsur pengusaha/Apindo, tujuh orang unsur serikat pekerja/serikat buruh, satu orang unsur pakar, dan satu orang unsur akademisi.

Baca Juga :  F-Golkar Absen Paripurna Raperda 2022, Ketua DPD Angkat Bicara.

Lebih jauh, Heru Tjahjono menjelaskan, penetapan UMP 2022 ini dilakukan sesuai dengan ketentuan yang ada dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021, menggunakan formula penyesuaian upah minimum (adjusting) dengan menggunakan data-data statistik yang dirilis oleh BPS, sebagai dasar perhitungan penyesuaian upah minimum, baik UMP maupun UMK tahun 2022.

Perhitungan ini meliputi rata-rata pengeluaran per kapita sebulan menurut provinsi tahun 2021 sebesar Rp 1.113.002. Selain itu juga rata-rata banyaknya anggota rumah tangga (ART) menurut provinsi tahun 2021 3,42 persen.

Baca Juga :  Mayat Mengambang Di Waduk Gonggang Magetan.

Selanjutnya, rata-rata banyaknya ART berumur 15 tahun ke atas yang bekerja sebagai buruh/karyawan per rumah tangga menurut provinsi tahun 2021 1,39 persen, serta pertumbuhan ekonomi (PDRB triwulan IV tahun 2020 ditambah kuartal I, II, III Tahun 2021 terhadap PDRB triwulan I tahun 2019 ditambah Kuartal I, II, III Tahun 2020 menurut provinsi 1,70 persen.

Perhitungan inflasi September 2020-September 2021 menurut provinsi 1,92 persen juga dilakukan. Untuk data inflasi atau pertumbuhan ekonomi, digunakan nilai/besaran yang paling tinggi sebagai dasar perhitungan, sehingga untuk UMP Jawa Timur tahun 2022 digunakan data inflasi sebesar 1,92 persen sebagai dasar menghitung.

Berita ini 21 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Catur Widayat Kembali Pimpin RSUD Sayidiman Magetan.

Berita Update

Kejari Magetan Pulihkan 2 Hektar Tanah Aset

Berita Update

Pastikan Kinerja Kejari Baik, Kajati Jatim Kunker Ke Magetan.

Berita Update

Kinerja Apik Disnakan Magetan Berlanjut Tahun 2022.

Berita Update

Eko Pamuji Mundur Dari Pencalonan Ketua PWI Jawa Timur.

Berita Update

Gali Potensi Desa, Magetan MoU Dengan UMM.

Advertorial

Razia Gabungan Bea Cukai Madiun – Satpol PP Magetan Temukan Rokok Ilegal Di Maospati

Berita Update

Tidak Kunjung Ada Perbaikan, Warga Madiun Bangun Jembatan Bambu.