Home / Berita Update / Pemerintahan

Senin, 29 Agustus 2022 - 17:31 WIB

Ternyata Ada Program BSI, Masyarakat Minta Pemkab Magetan Transparan.

Bupati Magetan Suprawoto bersama Kadinkes Magetan dr. Rohmad Hidayat mengunjungi warga diwilayah Kecamatan Sidorejo. ( Joko Nugroho/Magetan).

Bupati Magetan Suprawoto bersama Kadinkes Magetan dr. Rohmad Hidayat mengunjungi warga diwilayah Kecamatan Sidorejo. ( Joko Nugroho/Magetan).

MAGETAN ( Jatimnesia.com)- Ternyata Pemerintah kabupaten (Pemkab) Magetan memiliki program Bantuan Sosial Individu (BSI). Program ini diberikan kepada warga yang berindetitas Kabupaten Magetan ketika terkendala biaya pengobatan pada Fasilitas Kesehatan (Faskes).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dr. Rohmad Hidayat mengatakan jika BSI merupakan bantuan sosial bidang kesehatan yang digulirkan Pemkab Magetan. ” Kami hanya verifikasi terkait keuangan ada pada BPPKAD,” kata Kadinkes, Senin (29/8).

Alur BSI menurut Rohmad Hidayat, pemohon mengirimkan surat kepada Bupati Magetan untuk mendapatkan Bantuan sosial (Bansos) tersebut. ” Pemohon kirim surat kepada bapak Bupati Magetan,” jelasnya.

Adanya program BSI juga diamini Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Sayidiman, dr. Rochmad Santoso. Dirinya memastikan jika warga melengkapi berkas yang disebutkan dalam Peraturan daerah (Perda) Pemkab Magetan Tentang Bansos dipastikan BSI akan dapat terlayani di rumah sakit plat merah tersebut. ” Jika berkas dapat dilengkapi kami memastikan pasien akan mendapatkan BSI,” beber Dirut RSUD Magetan, Kamis (25/8).

Baca Juga :  Dinas Perkim Magetan Garap 808 Unit RTLH.

Ironisnya, tidak semua warga Kabupaten Magetan mengetahui program BSI tersebut meskipun saat ini pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) telah berjalan hingga separo lebih. ” Kami tidak tahu sama sekali apa program tersebut. Kalau tidak ada biaya kerumah sakit kami harus cari pinjaman,” ungkap Khoirul Anwar (32) warga Kecamatan Karas, Senin ( 29/8).

Khoirul berharap, Pemkab Magetan transparan kepada masyarakat jika ada program untuk masyarakat agar tidak dinikmati orang – orang tertentu. ” Kalau masyarakat tidak tahu, yang menikmati hanya orang – orang tertentu pastinya,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga dan ASN Keluhkan Tikungan Berpasir Depan Kantor Bupati Pacitan.

Kepala BPPKAD Kabupaten Magetan Yayuk Sri Rahayu memastikan warga dapat menerima BTT Insidentil jika tidak tercover Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) baik Pusat maupun APBD. ” Bagi masyarakat yang tidak mampu dan belum tercover BPJS baik dari pusat maupun dana dari APBD bisa dibebankan di BTT insidentil,” ujarnya.

Menurut Yayuk Sri Rahayu, besaran BTT Kabupaten Magetan sebesar Rp 2,8 Miliar. ” Tahun 2022 dianggarkan sebesar Rp. 2,8 M,” pungkasnya.

Berita ini 117 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Kantor DPMPTSP Magetan Tertimpa Pohon Besar.

Berita Update

Liburan Ke Pacitan, Wisatawan Mengeluh Tingginya Harga Mamin.

Berita Update

Menengok Suliyah, Warga Pacitan Miskin Materi Namun Kaya Budi.

Berita Update

HUT Ke-66 Lalu Lintas, Polres Magetan Vaksin Pemulung dan Tunawisma.

Berita Update

Tata Pedagang Pasar Sayur, Disperindag Bentuk Tim Pantau Gabungan.

Advertorial

Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Kabupaten Ngawi Launching Aplikasi Srigati .

Berita Update

Komitmen PWI Dan Polres Magetan, Sepakat ” Jogo Magetan “

Berita Update

Dinas PPKB dan PPA Magetan Sosialisasikan PK Tahun 2021.