Home / Berita Update / Pemerintahan

Kamis, 10 Februari 2022 - 17:57 WIB

Tidak Kunjung Diperbaiki, Warga Ponorogo Bangun Jembatan Bambu.

Kondisi Jembatan Bambu Didesa Pomahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. ( St/Ponorogo).

Kondisi Jembatan Bambu Didesa Pomahan Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo. ( St/Ponorogo).

PONOROGO (Jatimnesia.com)- Putusnya jembatan antar dukuh di Desa Pomahan Kecamatan Pulung, membuat warga setempat geram. Pasalnya, kendati setahun lamanya putus namun hingga kini belum ada perbaikan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Warga pun memilih membangun jembatan sesek (bambu.red) secara swadaya.

Kejadian ini terjadi di Dukuh Krajan Desa Pomahan Kecamatan Pulung. Jembatan penghubung Dukuh Krajan dan Gesing dengan lebar 3 meter, dan panjang 15 meter putus pada Februari 2021 lalu. Jembatan ini, menjadi satu-satu nya jalur utama pertanian dan anak sekolah di kawasan ini.

Kepala Dusun (Kasun) Krajan Desa Pomahan, Pamujianto mengatakan, sejak putus setahun lalu warga telah dua kali jembatan sesek ini diperbaharui. Hal ini dilakukan untuk mempermudah akses anak sekolah dan pertanian. ” Kalau rusak itu anak sekolah harus mutar 3 kilometer. Sebelum roboh motor-mobil bisa lewat. karena putus ini rumah sini muter lewat barat. Warga sudah bangun jembatan sesek dua kali diperbaharui selama roboh. Terakhir kemarin. dananya swadaya masyarakat lingkungan sini,” ujarnya, Kamis (10/2).

Baca Juga :  Bupati Pacitan Terima Gelar Dari Keraton Surakarta.

Pamujianto mengaku, pihak desa telah mengajukan perbaikan ke Pemkab, namun belum ada perbaikan hingga kini. Ia mengungkapkan, sedikitnya ada 90 ruman di 3 RT Dukuh Krajan yang terdampak akibat robohnya jembatan ini. Ia berharap Pemkab segera memperbaiki jembatan ini, karena jembatan sesek yang dibangun warga untuk jembatan darurat tidak bertahan lama. ” Kalau bisa dibangun kembali, kasihan warga saya yang tiga RT itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Keluhan Penjual Gorengan Kota Madiun Terkait Gonjang-Ganjing Minyak Goreng.

Sementara itu, warga setempat Budianto mengaku ketakutan bila sewaktu-waktu jembatan sesek inj roboh. Pasalnya, setiap pagi anak sekolah banyak yang melintas di atasnya. ” Segera dibangun jembtan ini karena satu-satunya alternatif jalan dukuh sini. Takut karena banyak dilewati anak-anak sekolah,” pungkasnya.

Berita ini 28 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Satgas Pamor Keris Ngawi menyampaikan sosialisasi dan himbauan protokol kesehatan kepada masyarakat. ( Ferdy/Ngawi)

Berita Update

Pamor Keris Ngawi Gencar Operasi Yustisi Area Kerumunan.
bupati pacitan di pinpes Tremas

Berita Update

Bupati Pacitan Minta Stakeholder Dukung Penuh Ponpes.

Berita Update

Magetan Level 4, Sebanyak 20 Ribu Lansia Bakal Divaksin.

Berita Update

Belasan Ranmor Knalpot Brong Diamankan Polisi.

Berita Update

Pemdes Losari Kabupaten Pacitan Pastikan Bansos Merata.

Berita Update

Permudah Masyarakat Dapat Bantuan Hukum, PN Magetan Launching Aplikasi SiLAwU.
Kajari Magetan Ely Rahmawati Pimpin Sosialisasi PPS dan LA di Kantor Bappeda Magetan. ( Ist/Jatimnesia/Magetan).

Berita Update

Cegah Tipikor, Kejari Magetan Sosialisasi PPS dan LA.

Berita Update

BBM Meroket, Naik Speedboat Sarangan Rp 80 ribu/Putar.