Tim Tabur Kejagung RI Bersama Kejari Magetan Dan Kejari Madiun Bekuk Buronan Korupsi Pengadaan Pupuk Propinsi Aceh

- Jurnalis

Kamis, 26 Mei 2022 - 09:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Tabur Kejagung RI bersama Intelijen Kejari Magetan Dan Kejari Madiun Membekuk MB.( Ist/Jatimnesia).

Tim Tabur Kejagung RI bersama Intelijen Kejari Magetan Dan Kejari Madiun Membekuk MB.( Ist/Jatimnesia).

MAGETAN (Jatimnesia.com)- Tim Tangkap buron (Tabur) Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia bersama Kejari Magetan dan Kejari Madiun berhasil membekuk terpidana kasus korupsi Markup Pengadaan Pupuk NPK sebanyak 160.000 Kg atau 160 Ton pada Kantor Dinas Pertanian Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kota Subullussalam, Propinsi Aceh tahun 2009.

Terpidana berinisial MB (47) yang merupakan Direktur CV. Bintang Magra Utama ditangkap di dukuh Pule, RT 06/01 Desa Temboro Kecamatan Karas, Kabupaten Magetan, Rabu ( 25/5).

Baca Juga :  Amankan Coblosan, Ratusan Polisi Magetan Digeser Ke TPS.

Kepala Kejari Magetan Atik Rusmiaty Ambarsari melalui Kepala seksi (Kasi) Intelijen Kejari Magetan Antonius menegaskan jika terpidana MB telah dijatuhi hukuman pidana selama 4 (empat) Tahun serta denda sebesar Rp.200.000.000,-( Dua Ratus Juta Rupiah) berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI Nomer 2245K/PID.SUS/2013 tanggal 30 April 2014.

” Bahwa akibat tindakan pidana korupsi yang dilakukannya maka terpidana Marudin Bintang dijatuhi hukuman pidana selama 4 (empat) Tahun serta denda sebesar Dua Ratus Juta Rupiah”, kata Antonius, Kamis (26/5).

Baca Juga :  Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.

Sedangkan kerugian negara yang ditimbulkan akibat Tindak pidana korupsi (Tipikor) oleh terpidana mencapai Rp 749 juta. ” Akibat tindakan pidana korupsi yang dilakukan terpidana Marudin Bintang menyebakan kerugian negara sebesar Tujuh Ratus Sembilan Puluh Dua Juta Empat Ratus Ribu Rupiah”, pungkas Kasi Intel.

Berita Terkait

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.
Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.
Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.
Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.
Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?
Diduga Diputus Kekasih, Warga Magetan Bundir Gantung Diri.
Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.
Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.
Berita ini 178 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Februari 2024 - 20:52 WIB

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Februari 2024 - 14:55 WIB

Singkirkan 2 Pesaing, Eko Muryanto Melenggang Calon Komut BPRS Magetan.

Senin, 26 Februari 2024 - 12:56 WIB

Gandeng Poltrada Bali, Pemkab Blitar Gelar Diklat Keselamatan Lalu Lintas.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:45 WIB

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Februari 2024 - 17:38 WIB

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Sabtu, 24 Februari 2024 - 21:41 WIB

Kanesma Hut Ke-35, Ini Pesan Pj Bupati Magetan.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:32 WIB

Tahun Politik, Aparatur Pemdes Magetan Dilarang Cawe-Cawe.

Jumat, 23 Februari 2024 - 21:27 WIB

Jelang Pilkada Magetan, Pemkab Ingatkan ASN Dilarang Campur Tangan Politik.

Berita Terbaru

Pengurukan lahan untuk penambahan gedung 7 dan 8 RSUD dr Darsono Pacitan ( Apriyanto/Pacitan).

Berita Update

Proyek Lantai 7-8 RSUD dr Darsono Pacitan Rampung 2027.

Senin, 26 Feb 2024 - 20:52 WIB

Beras, Bahan Pokok Pangan.

Berita Update

Warga Magetan Keluhkan Mahalnya Harga Beras.

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:45 WIB

Noorbiyanto. (Ist)

Berita Update

Kolaborasi Legislator Lama Dan Baru, Apakah Bupati Magetan Juga?

Minggu, 25 Feb 2024 - 17:38 WIB