Home / Berita Update / Pemerintahan

Selasa, 8 Maret 2022 - 17:05 WIB

Wabup Pacitan Ajak Milenial Jadi Petani

Wakil Bupati Pacitan Gagarin bersama Novi Dewi Direktur 1 Bidang Akademik dan Kerjasama, Kementerian Pertanian Politeknik Pembangunan (Polbangtan) Malang di Gedung Karya Dharma Pacitan. ( Apriyanto/Pacitan).

Wakil Bupati Pacitan Gagarin bersama Novi Dewi Direktur 1 Bidang Akademik dan Kerjasama, Kementerian Pertanian Politeknik Pembangunan (Polbangtan) Malang di Gedung Karya Dharma Pacitan. ( Apriyanto/Pacitan).

PACITAN (Jatimnesia.com)- Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia melalui Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) akan memberikan dukungan secara cuma-cuma kepada generasi (Y) sebesar Rp 100 juta.

Dimana dukungan sebesar Rp 100 juta tersebut tanpa bunga dan tanpa cicilan diberikan kepada petani milenial yang bersedia bertani.” Tidak semua Kabupaten ada Program YESS. Di Jawa timur hanya ada 4 Kabupaten dan salah satunya adalah Kabupaten Pacitan,” kata Novita Dewi, Direktur 1 Bidang Akademik dan Kerjasama, Kementerian Pertanian Politeknik Pembangunan (Polbangtan) Malang, Selasa (8/3).

Baca Juga :  10 Warga Terjaring Operasi Pamor Keris Polres Ngawi.

Langkah tersebut dilakukan oleh Kementan demi merangsang minat dan bakat generasi milenial untuk bersedia bercocok tanam serta hal-hal lain yang berhubungan dengan sektor agraris.

Novita Dewi menegaskan, bahwa data menyebutkan di tahun 2063 akan terjadi kelangkaan petani, sehingga berdampak pada semua aspek strategis.

Sedangkan untuk program YESS target petani muda yang akan di ambil berusia 17 – 39 tahun.” Ini menurut data bahwa pada tahun 2063 kita, Indonesia akan krisis petani, untuk itu kita akan menjaring petani muda, petani milenial yang berusia 17 sampai dengan 39 tahun,” ungkapnya.

Baca Juga :  Harga Telur Di Magetan Jeblok.

Wakil Bupati Pacitan, Gagarin, menegaskan bahwa pilihan sebagai petani bukanlah akhir dari profesi. Karena bertani merupakan pilihan nyata untuk karir yang menjanjikan di masa yang akan datang. ” Prinsipnya dulu, bahwa sektor agraris dan yang berhubungan dengan itu adalah awal yang baik untuk berbisnis di tahun-tahun yang akan datang,” ujar Gagarin.

Berita ini 65 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Anak Durhaka Ponorogo, Hajar Ibu Kandung Hingga Tangan Patah.

Advertorial

Ratusan Pelaku Usaha Ikuti Bimtek Perizinan DPMPTSP Magetan.

Berita Update

Minta OPD Belanja Produk Lokal Lewat Jatim Bejo, Bupati Magetan Terbitkan SE.

Berita Update

Sambut Pemudik Kapolres Magetan Terapkan Prokes Ketat.

Berita Update

Wisatawan Belum Vaksin Dilarang Masuk Telaga Sarangan

Berita Update

Polres Magetan Lidik Dugaan Tipikor Proyek Paving Block

Berita Update

Long Weekend, Hotel dan Penginapan Di Telaga Sarangan Penuh.

Berita Update

Tahun Ini, Bupati Ngawi Targetkan 500 Ha Lahan Pertanian Beralih Ke Pupuk Organik.