Home / Berita Update / Pariwisata

Senin, 5 September 2022 - 09:23 WIB

Wisata Kuliner Zaman Kolonial Ada Di Sarangan

Salah Satu Penjual Sate Kelinci Di Kawasan Wisata Telaga sarangan. (Joko Nugroho/ Magetan)

Salah Satu Penjual Sate Kelinci Di Kawasan Wisata Telaga sarangan. (Joko Nugroho/ Magetan)

MAGETAN (Jatimnesia.com)- Hawa dingin yang disajikan Gunung Lawu terasa selaras dengan hangatnya sate kelinci yang dinikmati dengan irisan lontong beras. Kelezatan tersebut dapat traveler rasakan ketika berkunjung di obyek wisata Telaga Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan.

Telaga Sarangan berada disisi barat Kota Magetan, jaraknya kurang lebih 10 Kilometer dari alon – alon Magetan. Berada dilereng gunung lawu, sepanjang jalan wisatawan akan ditampilkan gugusan alam yang indah sebelum klimaksnya sampai ke Telaga Sarangan.

Kembali ke Sate Kelinci. Kuliner khas warga Sarangan ini telah ada sejak era Kolonial yakni Tahun 1930. Masyarakat setempat kerap menyantap daging hangat ketika embun tebal yang dingin mengucur ke lereng lawu.

Baca Juga :  Cek Kebenaran Vaksin Kadaluarsa, DPRD Pacitan Bakal Sidak Dinkes.

Kini sate kelinci dijajakan oleh warga Sarangan di sepanjang pinggir telaga kepada wisatawan yang datang. Agar tidak merasa dipermainkan harganya, pelancong tidak ada salahnya bertanya kepada pedagang untuk mencocokan isi kantong.

Sejumlah pedagang yang ditemui Jatimnesia mengaku memasang tarif harga untuk 10 tusuk sate kelinci seharga Rp 15 ribu. Jika wisatawan meminta tambahan irisan lontong harganya Rp 18 ribu seporsi. ” Sepuluh tusuk lima belas ribu, kalau sama lontong delapan belas ribu,” kata Saminem (60), salah satu pedagang sate kelinci di Telaga Sarangan, Minggu (4/9).

Baca Juga :  Dinas PUBM Prov Jatim Belum Beber Dana Perbaikan Talud Ambrol Jalur Pacitan - Wonogiri.

Saminem sendiri mengaku telah bertahun – tahun berjualan sate kelinci di Telaga Sarangan. Saminem mengaku mendapatkan pasokan Kelinci dari sejumlah peternak lokal di Kecamatan Plaosan. ” Sudah lama jualan disini, alhamdullilah bisa mencukupi kebutuhan keluarga,” ungkap warga Desa Dadi, Kecamatan Plaosan tersebut.

Aisyah Ayudia Inara (29), salah satu pengunjung dari Desa Bendungan Mulur, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah mengakui kelezatan sajian sate kelinci khas Sarangan tersebut. ” Enak, manis, uniklah rasanya kalau beli disini, harganya juga standar, ” tuturnya.

Berita ini 103 kali dibaca

Share :

Baca Juga

Berita Update

Gubernur Jatim Berkantor di Lumajang.

Berita Update

DPRD Pacitan Apresiasi Penangananan Kebencanaan Bupati Indrata Nur Bayuaji.

Berita Update

Kota Madiun Ada Rumah Restorative Justice, Wali Kota : Jangan Sepelekan Hukum !

Berita Update

54 Wartawan Ikuti UKW Dewan Pers Di Magetan

Berita Update

Dugaan Suap Liga 3 Jatim, Komdis Asprov PSSI Jatim Laporkan Oknum Ke Polda.

Berita Update

Piramida Polres dan Awak Media Di Ngawi.

Berita Update

Kunjungi Magetan, AHY Disambut Ribuan Warga, Diteriaki Calon Presiden 2024.

Berita Update

Dinas PUPR Rehabilitasi Jaringan Irigasi Ngampru.