MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Talud longsor disisi selatan obyek wisata Telaga Sarangan yang ambrol sejak awal tahun 2026 lalu, hingga kini tak kunjung diperbaiki, Minggu ( 11/10).
Kondisi ini membuat pengelola jasa wisata khawatir pengunjung Telaga Sarangan sepi, hingga berdampak omset penjualan mereka merosot.
Salah satu pedagang, Suwarli (45), mengatakan, kerusakan talud itu berakibat terganggunya mobilitas pengunjung sehingga konsentrasi pengunjung hanya berada disalah satu sisi saja. Dampaknya sangat negatif bagi pedagang yang berada diarea lokasi longsor.
” Khawatir juga, karena perjalanan ke telaga itu juga terhambat, biasanya bisa memutar sekarang tidak bisa memutar balik lagi. Itu kan bisa kejauhan.” kata Suwarli, Minggu ( 11/10).
Pengakuan Suwarli, paska longsor talud pada 17 Januari lalu, mengakibatkan penjualannya menurun drastis. Kondisi diperparah belum adanya perbaikan sama sekali hingga berdampak menurunnya omset yang sebelumnya juga telah tepangkas.
” Ada banyak, biasanya selalu habis sekarang tidak bisa habis”, ungkapnya.
Pedagang sate ini mengaku kekwatiran itu juga dirasakan pedagang lainnya, terlebih adanya ketakutan kalau longsoran itu bakal kembali melebar di musim penghujan nanti.
” Khawatirnya kalau longsornya tambah melebar, khawatir begitu kan. Sebelahan agak curam begitu. Harapannya masyarakat sini kalau bisa ya segera diperbaiki, biar warga pengunjung itu bisa menikmati.” ujar pedagang sate tersebut.
Harapan serupa turut dikatakan penjual Makan dan Minum (Mamim) yang berada tidak jauh dari lokasi longsor. ” Harapan ya diperbaiki.” ujar Yudi.
Penulis : ROHMAN









