Hadir Di AIMF, Ponorogo Bangun Kolaborasi Ekonomi Kreatif Berkelas Dunia

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 3 November 2026 - 08:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Walikota Ambon Bodewin Melkias Wattimena dan Staff Ahli Kemenekraf saat membuka acara AIMF 2026.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Walikota Ambon Bodewin Melkias Wattimena dan Staff Ahli Kemenekraf saat membuka acara AIMF 2026.

AMBON, JATIMNESIA.COM – Musik Ambon dan seni Reog Ponorogo berpeluang menjadi kekuatan baru dalam kolaborasi ekonomi kreatif antardaerah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dan Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai memperkuat jejaring kerja sama untuk mengembangkan potensi seni, budaya, dan kreativitas masyarakat melalui kolaborasi antarkota kreatif UNESCO.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Amboina International Music Festival (AIMF) 2026 di Lapangan Merdeka, Kota Ambon, Jumat (30/10) lalu.

Festival tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan yang sebelumnya diisi seminar dan diskusi mengenai peran musik dalam pengembangan ekonomi kreatif dan pembangunan kota.

Hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Ambon Bodewin Melkias Wattimena, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Staf Ahli Menteri Ekonomi Kreatif, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi, serta perwakilan jejaring Kota Kreatif UNESCO dari Malang dan DKI Jakarta.

Dalam sambutannya, Walikota Ambon Bodewin Melkias Wattimena menegaskan bahwa kreativitas dan musik bukan sekadar ekspresi seni maupun hiburan, melainkan juga memiliki nilai ekonomi, sosial, dan pendidikan.

Baca Juga :  PAD Pacitan Sektor Pariwisata Tak Penuhi Target.

Dia menilai, kekuatan musik Ambon dan kekayaan seni pertunjukan Ponorogo dapat saling melengkapi untuk membangun kerja sama budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat kedua daerah.

“Ambon memiliki kekuatan melalui musik, sementara Ponorogo memiliki kekayaan budaya dan seni pertunjukan yang luar biasa. Kita perlu saling belajar dan berkolaborasi, karena kreativitas tidak mengenal batas wilayah,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita dalam seminar yang menjadi bagian dari AIMF 2026 menyampaikan bahwa seni Reog memiliki potensi lebih dari sekadar identitas budaya daerah.

Kesenian tersebut telah menggerakkan ekosistem ekonomi yang melibatkan seniman, pengrajin, pembuat perlengkapan pertunjukan, penari, pemusik, pelaku UMKM, hingga berbagai usaha pendukung.

“Ponorogo dibangun bukan hanya melalui pembangunan fisik dan infrastruktur, tetapi juga melalui kreativitas masyarakatnya. Reog Ponorogo adalah contoh nyata bagaimana sebuah karya seni dan budaya dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” kata Lisdyarita.

Baca Juga :  Polres Madiun Bekuk Spesialis Curanmor Dari Madura

Lisdyarita juga menyatakan keterbukaan Ponorogo untuk membangun kolaborasi dengan Ambon. Menurut dia, perbedaan karakter budaya justru dapat menjadi sumber kreativitas baru.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Ponorogo memiliki Reog dan kekayaan seni pertunjukan, sementara Ambon memiliki kekuatan musik yang telah dikenal luas. Kita tidak perlu mempertentangkan kekuatan budaya masing-masing. Justru perbedaan itulah yang dapat menjadi sumber kreativitas baru,” ujarnya.

Kolaborasi Ponorogo dan Ambon berpotensi dikembangkan melalui pertukaran seniman, festival budaya, pendidikan seni di sekolah, peningkatan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, hingga promosi produk unggulan daerah.

Dukungan pemerintah pusat dan jejaring Kota Kreatif UNESCO diharapkan dapat memperkuat kerja sama tersebut agar tidak berhenti pada pertukaran pertunjukan, tetapi berkembang menjadi program berkelanjutan. Melalui pertemuan di AIMF 2026, musik Ambon dan Reog Ponorogo memiliki peluang menjadi jembatan kolaborasi budaya sekaligus memperluas pasar ekonomi kreatif Indonesia. (adv).

Penulis : ROHMAN

Berita Terkait

Berawal dari Toko Kecil, Mitra BRILink BRI Magetan Sukses Kembangkan Usaha hingga Supermarket, Kafe, dan Salon
Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD
Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!
DBHCHT 2026 Ponorogo Lindungi 5.283 Petani Tembakau, Pemkab Siapkan Rp 1,3 Miliar untuk Pelatihan Kerja
Semarakkan Kemilau Pekan Raya 2026, Disperdagkum Gandeng 40 UMKM Lokal Ponorogo.
Melancong Ke Trenggalek, Pantai Indah, Makanan Murah.
Kuliah di UNESA Kampus 5 Magetan, N Kos Maospati Hunianya.
Puluhan Ribu Keluarga Di Magetan Terindikasi Miskin Ekstrem.

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:02 WIB

Hadir Di AIMF, Ponorogo Bangun Kolaborasi Ekonomi Kreatif Berkelas Dunia

Minggu, 1 November 2026 - 19:01 WIB

Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:43 WIB

DBHCHT 2026 Ponorogo Lindungi 5.283 Petani Tembakau, Pemkab Siapkan Rp 1,3 Miliar untuk Pelatihan Kerja

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Semarakkan Kemilau Pekan Raya 2026, Disperdagkum Gandeng 40 UMKM Lokal Ponorogo.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:47 WIB

Melancong Ke Trenggalek, Pantai Indah, Makanan Murah.

Jumat, 23 Oktober 2026 - 07:41 WIB

Kuliah di UNESA Kampus 5 Magetan, N Kos Maospati Hunianya.

Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:09 WIB

Puluhan Ribu Keluarga Di Magetan Terindikasi Miskin Ekstrem.

Berita Terbaru

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita, Walikota Ambon Bodewin Melkias Wattimena dan Staff Ahli Kemenekraf saat membuka acara AIMF 2026.

Ekonomi & Bisnis

Hadir Di AIMF, Ponorogo Bangun Kolaborasi Ekonomi Kreatif Berkelas Dunia

Selasa, 3 Nov 2026 - 08:02 WIB

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat memberikan bantuan Handtracktor kepada perwakilan petani tembakau didampingi Sekda Ponorogo Agus Sugiharto dan Kabid Perkebunan Dispertahankan M Tunggul Swastiko.

Politik & Pemerintahan

Tekan Biaya Produksi Petani Tembakau, Ponorogo Gelontorkan DBHCHT Rp 3 Miliar

Senin, 2 Nov 2026 - 16:28 WIB