Semarakkan Kemilau Pekan Raya 2026, Disperdagkum Gandeng 40 UMKM Lokal Ponorogo.

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Areal masuk Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 di Aloon-Aloon Ponorogo.

Areal masuk Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 di Aloon-Aloon Ponorogo.

PONOROGO, JATIMNESIA.COM  – Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdagkum) Kabupaten Ponorogo menggandeng 40 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal untuk meramaikan Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 yang akan digelar 3-6 November 2026 medatang di Aloon-Aloon Kota Ponorogo.

Pelibatan pelaku usaha lokal ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penyelenggaraan kegiatan yang memadukan inovasi, potensi daerah, dan kreativitas.

Kepala Disperdagkum Ponorogo Ringga Dwi Heri Irawan mengatakan, seluruh UMKM yang terlibat merupakan pelaku usaha lokal yang selama ini menjadi binaan bidang perdagangan. Sebanyak 40 stan disiapkan untuk memberikan ruang bagi mereka memasarkan produk sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner khas Ponorogo kepada masyarakat yang mengunjungi pameran.

“Untuk kegiatan di Kemilau Pekan Raya Ponorogo ini, yang mengikuti acara UMKM ada 40 UMKM,” kata Ringga, Kamis (29/10/2026).

Ringga menyebut, beragam produk lokal akan meramaikan stan tersebut, mulai dari kuliner tradisional hingga makanan yang telah dikenal masyarakat. Di antaranya Gethuk Golan, bakmi Jawa, penadon serta kerajinan Reog Ponorogo.

Baca Juga :  Pasar Murah Sembako Disperindag Magetan Diserbu Masyarakat.

“Kehadiran produk-produk tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada pengunjung,”ungkapnya.

Ringga menjelaskan, pelibatan UMKM tidak sekadar untuk melengkapi kemeriahan acara. Pemerintah daerah ingin menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang dan memperoleh manfaat ekonomi dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama pameran berlangsung.

“Tujuan kita biar UMKM kita itu tumbuh dan menambah ekonomi masyarakat Ponorogo,” ujarnya.

Ringga berharap, penyelenggaraan perdana Kemilau Pekan Raya Ponorogo dapat berjalan sukses dan berlanjut pada tahun-tahun berikutnya. Menurut dia, keberhasilan kegiatan tahun ini akan menjadi modal untuk menjadikan pameran tersebut sebagai agenda tahunan yang memberi ruang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya.

“Harapannya ini event pertama yang kemarin disampaikan Pak Bupati, ini nanti kalau berhasil, sukses, dan nanti ke depannya bisa menjadi agenda tahunan,” harpanya.

Baca Juga :  592 Warga Magetan Tergigit Aedes Aegypti, 4 Meninggal Dunia.

Ringga menambahkan, penyelenggaraan Kemilau Pekan Raya juga menjadi bagian dari upaya Ponorogo menjaga keberlanjutan kreativitas daerah. Terlebih kini Ponorogo merupakan anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) dalam kategori Crafts and Folk Art atau Kerajinan dan Seni Rakyat.

“ Kemilau Pekan Raya 2026 menjadi salah satu bentuk aktivitas yang dapat memperluas ruang bagi potensi lokal untuk berkembang. Melalui keterlibatan 40 UMKM binaan Disperdagkum, produk kuliner dan usaha masyarakat mendapat kesempatan tampil dalam sebuah kegiatan berskala daerah,” tambahnya.

Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 3–6 November 2026 di Alun-alun Ponorogo. Kegiatan perdana ini menghadirkan 88 stan yang menggabungkan inovasi perangkat daerah, potensi daerah, UMKM, dan kreativitas. Acara tersebut juga dijadwalkan dimeriahkan sejumlah penampil, di antaranya Last Child dan Ndarboy Genk. Dengan format lintas sektor, pameran ini diharapkan menjadi ruang pertemuan antara masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai program pembangunan daerah. (adv).

Penulis : ROHMAN

Berita Terkait

BPBD Magetan Bakal Diubah Type A, Karpet Merah ASN Eselon II.
DBHCHT Rp 4,1 Miliar Topang Kebutuhan Obat RSUD Bantarangin Ponorogo.
Helat Kemilau Pekan Raya Perdana, Pemkab Ponorogo Sajikan Kreasi Inovator Lokal dan Hiburan Gratis.
78 Inovator Ikuti Ajang Inotek Award’s Ponorogo 2026, Baperida: Langkah Nyata Dongkrak IID.
Kasus TBC Di Magetan Tembus Ribuan Penderita.
Dana Transfer Ponorogo Dipangkas Rp 142 Miliar, DPRD Soroti Nasib Infrastruktur Desa Hingga Utang PEN.
Kasus Mutilasi Istri Siri dan Balita di Madiun, Korban Sempat Tinggal 4 Bulan di Ponorogo.
Ibu dan Anak Balita Warga Bogor Dibantai Di Madiun.

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:51 WIB

Semarakkan Kemilau Pekan Raya 2026, Disperdagkum Gandeng 40 UMKM Lokal Ponorogo.

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:54 WIB

BPBD Magetan Bakal Diubah Type A, Karpet Merah ASN Eselon II.

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DBHCHT Rp 4,1 Miliar Topang Kebutuhan Obat RSUD Bantarangin Ponorogo.

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Helat Kemilau Pekan Raya Perdana, Pemkab Ponorogo Sajikan Kreasi Inovator Lokal dan Hiburan Gratis.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:58 WIB

Kasus TBC Di Magetan Tembus Ribuan Penderita.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:53 WIB

Dana Transfer Ponorogo Dipangkas Rp 142 Miliar, DPRD Soroti Nasib Infrastruktur Desa Hingga Utang PEN.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Kasus Mutilasi Istri Siri dan Balita di Madiun, Korban Sempat Tinggal 4 Bulan di Ponorogo.

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Ibu dan Anak Balita Warga Bogor Dibantai Di Madiun.

Berita Terbaru

Panorama Pantai Pasir Putih Trenggalek

Pariwisata

Melancong Ke Trenggalek, Pantai Indah, Makanan Murah.

Selasa, 27 Okt 2026 - 22:47 WIB