PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 pada 3–6 November 2026.
Mengusung konsep kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), kegiatan ini memadukan pameran inovasi dan teknologi (inotek), bazar UMKM, ekonomi kreatif, Festival Musik Antarpelajar, hingga konser musik untuk masyarakat.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita mengatakan, kegiatan perdana ini menjadi upaya pemerintah daerah menghadirkan ruang baru bagi inovator lokal sekaligus menggali potensi yang dapat mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Antusiasme dari kalangan pendidikan dan peserta lainnya bahkan melampaui perkiraan awal penyelenggara.
“ Kami ingin ini, adanya Inotek ini bisa membangkitkan PAD ke depannya. Ternyata antusias dari masyarakat, siswa-siswi, dan peserta semuanya sangat luar biasa,” kata Lisdyarita, Rabu (28/10/2026).
Lisdyarita menegaskan, berbagai OPD terlibat dalam acara ini, tidak sekadar menyatukan program unggulan dalam satu pameran, tetapi juga diharapkan memperkuat kolaborasi dalam pelayanan publik.
“Jadi kolaborasi, ini kan untuk ke depannya untuk pelayanan juga. Saya yakin ini semua bentuk wujud dari teman-teman OPD untuk ke masyarakat,” ujarnya seraya mengajak masyarakat datang dan melihat langsung inovasi serta produk yang dipamerkan.
Ketua Harian Pelaksana Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026, Judha Slamet Sarwo Edi, menjelaskan, kegiatan ini dirancang untuk mengangkat potensi daerah yang selama ini belum banyak diperkenalkan kepada masyarakat.
Setiap OPD diminta menampilkan keunggulan dan inovasi masing-masing, salah satunya pameran inovasi dari unsur sekolah, perguruan tinggi, dan perangkat daerah yang dikoordinasikan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Karya peserta juga dinilai oleh tim dari Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menentukan inovasi terbaik yang akan mendapat penghargaan.
Selain inovasi teknologi, pekan raya ini menghadirkan bazar UMKM sebagai sarana promosi produk lokal, serta pameran ekonomi kreatif, kuliner, kopi, dan produk komersial, termasuk kendaraan listrik.
Disbudparpora juga kembali memfasilitasi Festival Musik Antarpelajar yang melibatkan pelajar SMA sederajat dan mahasiswa.
Menurut Judha, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan kreativitas yang selama ini belum banyak mendapat wadah.
Rangkaian acara juga mencakup Tax Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang tertib membayar pajak.
Tak hanya mengandalkan pameran inovasi dan bazar UMKM, Kemilau Pekan Raya Ponorogo 2026 juga disiapkan sebagai ruang hiburan bagi masyarakat.
Last Child dijadwalkan tampil pada pembukaan, sedangkan Darboy Band dan Kidnap Flanela akan mengisi penutupan.
Daya tarik lainnya adalah pameran kendaraan listrik, termasuk BYD, yang disebut akan hadir secara khusus.
Kehadiran produk otomotif tersebut dapat memperluas sajian pameran, tidak hanya menampilkan inovasi dari sekolah dan OPD, tetapi juga perkembangan teknologi kendaraan listrik. (Adv).
Penulis : ROHMAN









