MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Magetan menemukan seribu lebih kasus penyakit Tuberkulosis (TBC) tersebar diwilayah Magetan, Selasa (27/10).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan, dr. Rohmat Hidayat melalui Sub koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Magetan, Agoes Yudi Purnomo, mengakui adanya kasus TBC yang sangat signifikan pada 3 bulan terakhir ini.
” Dalam tiga bulan terakhir itu meningkat cukup signifikan. Jadi untuk penemuan kasus TBC menemukan 1.878 kasus dalam satu tahun. Dibulan Juli itu baru 32%, Agustus naik penemuannya menjadi 51% kemudian bulan September itu naik 8%”, katanya, Selasa (27/10).
Data Dinkes Kabupaten Magetan periode 23 Oktober 2026, sudah ada 1.019 temuan TBC dari 39 locus screening pada 22 Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).
” Ada 1019 capaian penemuannya atau 54% dari target. Kalau screaning kita sudah 39 locus otomatis kurang lebih sekitar 3.900 sasaran. Total 50 locus, per locus itu hitungannya 100 sasaran”, jelas Agoes Yudi Purnomo.
Karena keterbatasan waktu serta Sumber Daya Manusia (SDM), Dinkes Magetan fokus screening pada individu-indiviu yang berada di sekitaran penderita TBC.
Pun, hingga periode yang sama wilayah Kecamatan Panekan masih menduduki rangking pertama dengan penderita terbanyak.
” Kita lebih fokus ke dua sasaran utama yaitu kontak serumah dengan kasus dan yang kedua kontak erat. Kalau jumlah absolut yang paling banyak masih di Kecamatan Panekan, 112 kasus”, ungkapnya.
Sementara itu, pada tahun 2025 Dinkes Magetan mencatat ada penderita TBC sebanyak 1.057. Dimana angka ini nyaris sama dengan angka temuan TBC pada bulan Oktober tahun 2026.
Saat ini pun Dinkes Magetan terus melakukan screening sehingga angka yang sudah ada pada bulan Oktober diperkirakan masih bisa terus bertambah hingga penghujung tahun nanti.
” Tahun lalu kita menemukan 1057 atau 64% dari target waktu itu 1.659″, pungkas Sub koordinator P2PM Dinkes Magetan.
Penulis : JOKO NUGROHO









