NGAWI [Jatimnesia.com] – Kondisi sarana dan prasarana ( Sarpras) Pasar Beran Ngawi dikeluhkan sejumlah pedagang.
Pasar Tradisional milik Pemerintah Kabupaten ( Pemkab) Ngawi yang berlokasi di Desa Beran, Kecamatan/Kabupaten Ngawi tersebut tampak usang dan gelap.
Pun, sejumlah pedagang mengaku jika musim hujan kondisi pasar lembab karena atap bocor yang berakibat muncul luapan air masuk ke sisi pasar.
“ Kadang sampai ada banjir di sisi pasar. Mudah-mudahan segera tertanganilah, agar hak pedagang dan pembeli bisa nyaman saat berkunjung, “ ungkap salah seorang pedagang pasar beran yang meminta namanya tidak disebutkan, Senin (14/7).
Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Tenaga Kerja (DPPTK) Kabupaten Ngawi mengaku jika tahun ini hanya dapat melakukan perbaikan satu los pasar yang ditempati 50 orang pedagang.
“ Untuk Pasar Beran, hanya Perbaikan Los saja sambil menunggu pembangunan yang bersumber dari Anggaran Pusat, “ kata Kepala DPPTK Ngawi Kusumawati Nilam, Senin ( 14/7).
Kusumawati Nilam menerangkan, perbaikan pasar Beran masuk dalam Proyek Strategis Nasional yang tertuang dalam Perpres nomor 80 tahun 2019 Presiden Joko Widodo. Namun hingga kini, program bantuan tersebut tidak kunjung realisasi. “ Masih belum ada Perkembangan lebih lanjut, “ pungkasnya.
Sebagai informasi, Perpres nomor 80 tahun 2019 diwilayah Kabupaten Ngawi mendapat 4 poin proyek strategis nasional meliputi ;
1. Revitalisasi Pasar Besar (sudah terealisasi)
2. Revitalisasi Pasar Beran
3. Pembangunan Kawasan Industri
4. Pembangunan Exit Tol Walikukun
Penulis : septian bayu








