Aktivis Soroti Proses Penggantian Ketua DPRD Magetan.

Avatar photo

- Redaksi

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Republik Damai Jawa Timur, Norman Susanto.

Ketua Republik Damai Jawa Timur, Norman Susanto.

MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Sosok calon pengganti Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Magetan menjadi sorotan sejumlah pihak.

Aktivis Republik Damai Jawa Timur mengingatkan proses pergantian Ketua harus bersih dari tindakan gratifikasi maupun praktik politik dagang sapi, Kamis (11/6).

Ketua Republik Damai Jawa Timur Norman Susanto mengaku saat ini muncul desas-desus adanya upaya tidak benar demi memperebutkan jabatan orang nomor satu di lembaga Legislatif Magetan tersebut.

” Isu yang beredar dari beberapa jago itu sudah menjanjikan kepada partai, salah satunya untuk pembelian tanah untuk kantor, selain itu juga menjanjikan isunya itu menjanjikan uang, dan itu tidak sedikit, miliaran.” katanya, Kamis (11/6).

Baca Juga :  DPRD Dan Bupati Magetan Terpilih Didesak Update Perpres 80/2019.

Norman Susanto berharap kasus yang menjerat Ketua DPRD Magetan Suratno tidak kembali terulang di masa depan.

” Jangan sampai di estafet berikutnya terjadi seperti itu lagi, sebagai calon Ketua dewan itu harus clear“, jelasnya.

Baca Juga :  Ratusan Buruh Tani Tembakau Magetan Terima BLT

Pihaknya berkomitmen melakukan pengawasan terhadap proses penggantian pimpinan Ketua DPRD Magetan, apabila terjadi kecurangan maka Republik Damai Jawa Timur tidak akan segan-segan menyeret pihak-pihak terkait ke ranah hukum.

” Jika nanti memang dugaan suap ini terjadi, ada indikasi. Saya akan melakukan tindakan hukum entah itu kejaksaan agung ataupun KPK. Pasti saya laporkan, Gratifikasi masuk, tindak pidana suap masuk”, pungkas Ketua Republik Damai Jawa Timur.

Penulis : Joko Nugroho

Berita Terkait

Ratusan Proposal Pokir DPRD Diamini Pemkab Magetan.
Kemampuan APBD Magetan Turun, Lansia Penerima Bansos Bunda Kasih Menyusut.
Dana Hibah Pokir DPRD Masih Terus Mengalir Ditengah Penyidikan Kejari Magetan.
Ratusan Kilometer Jalan Kabupaten Magetan Rusak.
Proyek TPA Botok Diprediksi 150 Miliar, Pemkab Magetan Tunggu Uluran Tangan Pusat.
Tagihan Pajak Bumi Bangunan Warga Magetan Baru Terealisasi 38%.
Ketua Dewan Minta Publik Awasi Bantuan Bupati Magetan Rp 3 Juta Tiap RT.
Pemkab Ngawi Gelontor Rp 2,5 Miliar Untuk Banpol.

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 16:00 WIB

Ratusan Proposal Pokir DPRD Diamini Pemkab Magetan.

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:56 WIB

Kemampuan APBD Magetan Turun, Lansia Penerima Bansos Bunda Kasih Menyusut.

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:53 WIB

Dana Hibah Pokir DPRD Masih Terus Mengalir Ditengah Penyidikan Kejari Magetan.

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:03 WIB

Ratusan Kilometer Jalan Kabupaten Magetan Rusak.

Senin, 6 Juli 2026 - 16:17 WIB

Proyek TPA Botok Diprediksi 150 Miliar, Pemkab Magetan Tunggu Uluran Tangan Pusat.

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:32 WIB

Tagihan Pajak Bumi Bangunan Warga Magetan Baru Terealisasi 38%.

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:48 WIB

Ketua Dewan Minta Publik Awasi Bantuan Bupati Magetan Rp 3 Juta Tiap RT.

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:03 WIB

Pemkab Ngawi Gelontor Rp 2,5 Miliar Untuk Banpol.

Berita Terbaru

Monumen Gubernur Soerjo di Walikukun, Widodaren, Ngawi.

NGAWI

Jejak PKI Di Kabupaten Ngawi.

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:03 WIB

Kepala Bapperida Kabupaten Magetan Eko Muryanto.

Politik & Pemerintahan

Ratusan Proposal Pokir DPRD Diamini Pemkab Magetan.

Minggu, 26 Jul 2026 - 16:00 WIB

Kepala Dinsos Magetan, Elmy Kurniarto Widodo.

Pendidikan

Sekolah Rakyat Magetan Bakal Dibangun Di Karangrejo.

Kamis, 23 Jul 2026 - 16:48 WIB

Lansia Penerima Program Bansos Bunda Kasih.

Politik & Pemerintahan

Kemampuan APBD Magetan Turun, Lansia Penerima Bansos Bunda Kasih Menyusut.

Rabu, 22 Jul 2026 - 14:56 WIB