Ketua DPRD Pacitan Ajak Masyarakat Gemar Menanam dan Berternak.

Avatar photo

- Redaksi

Rabu, 25 Juni 2025 - 20:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi.

Ketua DPRD Pacitan, Arif Setia Budi.

PACITAN [ Jatimnesia.com ] – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pacitan, Arif Setia Budi mengajak masyarakat Pacitan memiliki kemauan menanam kelapa dan kopi.

Politikus yang suka bertani menilai tanah di wilayah Pacitan sangat cocok untuk berbagai macam jenis tanaman yang sangat menghasilkan.

“Pacitan ini memiliki beberapa kontur tanah yang sangat baik untuk beberapa jenis tanaman, seperti di wilayah Kecamatan Tulakan sangat cocok untuk kelapa dan juga beberapa jenis kopi,”kata pria yang akrab disapa ASB, Rabu (25/6).

Baca Juga :  Satu Tahun Museum Galeri SBY - Ani Di Kabupaten Pacitan.

Menurutnya komoditas kelapa dan kopi sangat di butuhkan oleh pasar internasional. Ini sangat perlu untuk di budidayakan mengingat melemahnya ketahanan pangan global.

” Harga kelapa sekarang sudah mencapai di angka Rp 7000 perbutir sampai lebih, sedangkan kopi juga bervariasi harganya. Bahkan kopi dengan kualitas bagus bisa mencapai harga Rp 100 ribu lebih,”tuturnya.

ASB juga membeberkan dampak perang di timur tengah juga harus membuat masyarakat berubah pola untuk bertahan hidup, pasalnya dampaknya juga akan secara global.

Baca Juga :  Pilkada Pacitan, Rony Wahyono Gandeng Wabup Gagarin?

“Apalagi situasi saat ini pernak pernik perang sudah mulai bermunculan sehingga kita harus siap berubah pola untuk bertahan hidup,” terang Ketua DPRD Pacitan.

Bukan hanya pertanian. ASB juga memberikan gambaran lain seperti peternakan, karena peternakan juga bisa menjadi sektor unggulan di masa yang akan datang.

“Pertanian,perkebunan dan peternakan bisa menjadi sektor unggulan di masa yang akan datang,”pungkasnya.

Penulis : Apriyanto

Berita Terkait

Kemampuan APBD Magetan Turun, Lansia Penerima Bansos Bunda Kasih Menyusut.
Dana Hibah Pokir DPRD Masih Terus Mengalir Ditengah Penyidikan Kejari Magetan.
Ratusan Kilometer Jalan Kabupaten Magetan Rusak.
Proyek TPA Botok Diprediksi 150 Miliar, Pemkab Magetan Tunggu Uluran Tangan Pusat.
Tagihan Pajak Bumi Bangunan Warga Magetan Baru Terealisasi 38%.
Ketua Dewan Minta Publik Awasi Bantuan Bupati Magetan Rp 3 Juta Tiap RT.
Pemkab Ngawi Gelontor Rp 2,5 Miliar Untuk Banpol.
Wabup Magetan Klaim SiLPA Rp 135 Miliar Wajar.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 14:56 WIB

Kemampuan APBD Magetan Turun, Lansia Penerima Bansos Bunda Kasih Menyusut.

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:53 WIB

Dana Hibah Pokir DPRD Masih Terus Mengalir Ditengah Penyidikan Kejari Magetan.

Kamis, 16 Juli 2026 - 15:03 WIB

Ratusan Kilometer Jalan Kabupaten Magetan Rusak.

Senin, 6 Juli 2026 - 16:17 WIB

Proyek TPA Botok Diprediksi 150 Miliar, Pemkab Magetan Tunggu Uluran Tangan Pusat.

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:32 WIB

Tagihan Pajak Bumi Bangunan Warga Magetan Baru Terealisasi 38%.

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:48 WIB

Ketua Dewan Minta Publik Awasi Bantuan Bupati Magetan Rp 3 Juta Tiap RT.

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:03 WIB

Pemkab Ngawi Gelontor Rp 2,5 Miliar Untuk Banpol.

Kamis, 18 Juni 2026 - 16:05 WIB

Wabup Magetan Klaim SiLPA Rp 135 Miliar Wajar.

Berita Terbaru

Kepala Dinsos Magetan, Elmy Kurniarto Widodo.

Pendidikan

Sekolah Rakyat Magetan Bakal Dibangun Di Karangrejo.

Kamis, 23 Jul 2026 - 16:48 WIB

Lansia Penerima Program Bansos Bunda Kasih.

Politik & Pemerintahan

Kemampuan APBD Magetan Turun, Lansia Penerima Bansos Bunda Kasih Menyusut.

Rabu, 22 Jul 2026 - 14:56 WIB

Rutan Kelas II.B Magetan.

Hukum & Kriminal

Penahanan 6 Tersangka Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Diperpanjang.

Selasa, 21 Jul 2026 - 16:38 WIB

Kondisi Pasar Sayur Magetan.

Ekonomi & Bisnis

Pemkab Gaungkan Revitalisasi Pasar Sayur Magetan.

Senin, 20 Jul 2026 - 15:50 WIB