MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan melalui Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Wilayah 4 Barat terus menggenjot pemeliharaan infrastruktur jalan. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kenyamanan serta keselamatan para pengguna jalan di wilayah tersebut.
Kepala UPTD PUPR Wilayah 4 Barat Kabupaten Magetan, Bagiyo Utomo, menyampaikan bahwa pengerjaan pemeliharaan jalan pada tahun ini difokuskan di beberapa titik strategis, di antaranya jalur Glodok–Mlati dan Gulun–Tanjungsepreh.
“Tahun ini kami melaksanakan pemeliharaan jalan itu di Glodok–Mlati sepanjang 600 meter, Gulun–Tanjungsepreh, dan patching yang tersebar di wilayah 4. Metode penanganannya bisa menggunakan Lapen (Lapis Penetrasi) maupun tambal sulam,” ujar Bagiyo saat dikonfirmasi, Senin (14/9).
Khusus untuk ruas jalan Gulun–Tanjungsepreh, Bagiyo menjelaskan bahwa penanganan dilakukan dengan pengerjaan Lapen sepanjang 800 meter. Metode ini dipilih sekaligus untuk meninggikan badan jalan guna mengantisipasi ancaman banjir saat musim penghujan.
“Seperti jalan Gulun–Tanjungsepreh pengerjaannya Lapen, soalnya untuk meninggikan jalan agar saat musim hujan tidak terjadi genangan sejauh 800 meter. Untuk UPTD 4 sendiri, wilayah kami menghandle 6 kecamatan di Magetan,” tambahnya.
Upaya tanggap Pemkab Magetan dalam merespons kondisi jalan rusak ini mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Sutiman, salah seorang warga, menyampaikan rasa terima kasihnya atas pengerjaan perbaikan jalan yang dinilai sangat membantu mobilitas warga sehari-hari. “Untuk jalan di Tanjungsepreh memang ada sejumlah lubang. Dengan perbaikan ini tentunya semakin membuat nyaman pengendara baik warga sekitar maupun tamu yang berkunjung ke kampung Madinah temboro,” ungkapnya. (adv).









