Perkara Belum Inkrah, PAW Anggota DPRD Magetan Suratno dan Juli Martana Ramai Dibahas.

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 28 April 2026 - 13:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Ketua KPU Magetan, Noviano Suyide

Ketua KPU Magetan, Noviano Suyide

MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan Suratno (SN) Ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan terkait Perkara dugaan korupsi dana hibah pokok – Pokok Pikiran (Pokir) sebesar Rp 242 Miliar sejak Kamis 23 April 2026 lalu.

Selain Suratno, Anggota DPRD Kabupaten Juli Martana (JMT) dari Partai Nasdem juga ditahan atas kasus yang sama.

Meskipun belum dinyatakan bersalah atau Inkrah oleh lembaga Peradilan nama Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Magetan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu telah ramai dibicarakan publik.

Dari hasil perolehan suara Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif 14 februari 2024 lalu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Magetan mencatat bahwa perolehan suara Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai pengusung Suratno pada Daerah Pilih (Dapil) I ( satu) Magetan peringkat kedua kedua dipegang oleh Djuri, yang juga Mantan Camat Panekan.

Baca Juga :  Kunjungan Ke Graha Literasi Magetan Minim.

” Di Dapil I Magetan terutama dari partai PKB itu peroleh suara pertama pak Suratno dengan perolehan suara 4.937 suara, kedua itu ada Djuri dengan perolehan suara 1775,” kata Ketua KPU Magetan, Noviano Suyide, Senin (27/4).

Sedangkan dari partai Nasional Demokrat (Nasdem) pada Dapil I Magetan perolehan suara dibawah tersangka Juli Martana adalah Sumarsono dengan perolehan 447 suara.

Baca Juga :  Polemik PSU Perumahan, DPRD Magetan Klarifikasi Dinas Perkim.

” Kemudian nomor dua diikuti oleh Sumarsono dengan perolehan suara 447 suara,” jelas Noviano Suyide.
Disisi lain, KPU Magetan tidak bisa berkomentar banyak terkait pengajuan PAW oleh DPRD Magetan oleh 2 Anggota DPRD Magetan aktif tersebut.

” Kami tidak berwenang untuk menjawab itu. Mekanisme PAW itu kan dari partai kemudian ke DPRD, lalu DPRD bersurat kepada kami dan kami balas lagi baru mengajukan ke Gubernur melalui Bupati.” pungkas Ketua KPU Magetan.

Penulis : joko nugroho

Berita Terkait

Biaya Perjalanan Dinas P2KBP3A Magetan Tembus Rp 3,2 Miliar.
Saat Ribuan Warga Magetan Tinggali RTLH, Pemkab Siapkan Rp 6,7 Miliar Untuk Beli Mobdin Camat.
2.500 Warga Magetan Tempati Rumah Tidak Layak Huni.
Ratusan Warga Magetan Gagal Terima PKH Plus.
Tes Perangkat Desa Kartoharjo Magetan Disanggah Peserta.
Ketua Dewan Magetan Sidak Kebakaran TPA Milangasri.
DPRD Magetan Gelar RDP dengan Distributor, Pupuk Indonesia Hingga OPD Terkait.
Warga Apresiasi Pemkab Magetan Perbaiki Jalan Rusak di Wilayah UPTD PUPR 4 Barat.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:36 WIB

Biaya Perjalanan Dinas P2KBP3A Magetan Tembus Rp 3,2 Miliar.

Kamis, 24 September 2026 - 21:32 WIB

Saat Ribuan Warga Magetan Tinggali RTLH, Pemkab Siapkan Rp 6,7 Miliar Untuk Beli Mobdin Camat.

Rabu, 23 September 2026 - 16:40 WIB

2.500 Warga Magetan Tempati Rumah Tidak Layak Huni.

Selasa, 22 September 2026 - 18:12 WIB

Ratusan Warga Magetan Gagal Terima PKH Plus.

Minggu, 20 September 2026 - 15:09 WIB

Tes Perangkat Desa Kartoharjo Magetan Disanggah Peserta.

Selasa, 15 September 2026 - 16:54 WIB

Ketua Dewan Magetan Sidak Kebakaran TPA Milangasri.

Selasa, 15 September 2026 - 15:37 WIB

DPRD Magetan Gelar RDP dengan Distributor, Pupuk Indonesia Hingga OPD Terkait.

Senin, 14 September 2026 - 17:45 WIB

Warga Apresiasi Pemkab Magetan Perbaiki Jalan Rusak di Wilayah UPTD PUPR 4 Barat.

Berita Terbaru

Kantor PPKB PP dan PA Kabupaten Magetan.

Politik & Pemerintahan

Biaya Perjalanan Dinas P2KBP3A Magetan Tembus Rp 3,2 Miliar.

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:36 WIB

Petugas saat berupaya memadamkan kobaran api di rumah Dinas Puskesmas yang terbakar.

Peristiwa

Rumdin Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar.

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:05 WIB

Tim Disperkim Magetan Melakukan Kunjungan Lapangan Di Salah Satu RTLH.

Politik & Pemerintahan

2.500 Warga Magetan Tempati Rumah Tidak Layak Huni.

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:40 WIB