PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dalam rangka stabilitas pasokan dan harga pangan di halaman Markas Kepolisian Resor (Polres) Ponorogo, Jum’at (8/8).
Kapolres Ponorogo, AKBP Andin Wisnu Sudibyo, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan program dari pemerintah pusat yang sudah dijadwalkan di bulan Agustus.
“ Ini merupakan timeline yang sudah dijadwalkan oleh pemerintah pusat, disini dalam hal ini Bulog dan memang sudah waktunya gerakan pangan murah ini dilaksanakan. Dan kami dari Polres membantu melaksanakan program gerakan pangan murah ini, harapannya ini bisa membantu masyarakat khususnya masyarakat yang mungkin kurang mampu,” katanya, Jum’at (8/8).
Dalam hal ini, ada 47 ton beras yang dijual ke masyarakat melalui polsek-polsek yang ada di seluruh wilayah Ponorogo.
“ Kita di Polres Ponorogo itu ada 47 ton beras yang kita distribusikan ke masyarakat, dari 47 ton itu Polsek jajaran masing-masing dua ton dan di Polres ada lima ton beras, termasuk disini di Polres ada satu ton minyak,” rinci AKBP Andin Wisnu Sudibyo.
Meskipun tanpa subsidi, Kapolres Ponorogo memastikan bahwa harga jual beras dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yaitu di angka Rp.11.500 per Kilogram (Kg) dari HET Rp. 12.500 per Kg.
“ Kita jual Rp 11.500 dan untuk minyak goreng Rp. 15.500, kita jual sesuai dengan harga bulog. Jadi satu KTP sepuluh Kilogram beras, untuk minyak disesuaikan,” ungkapnya.
Salah satu warga mengaku senang dengan program tersebut karena bisa mendapatkan beras dengan harga di bawah pasaran.
“ Alhamdulillah lebih murah, untuk makan sehari-hari,” ungkap Iyah.








