Ratusan Warga Ponorogo Datangi Tipikor Surabaya Mohon Sugiri Sancoko Dibebaskan.

Avatar photo

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ratusan warga Ponorogo memberikan dukungan moral kepada Bupati nonaktif Sugiri Sancoko saat meninggalkan Pengadilan Tipikor Surabaya.

Ratusan warga Ponorogo memberikan dukungan moral kepada Bupati nonaktif Sugiri Sancoko saat meninggalkan Pengadilan Tipikor Surabaya.

SURABAYA,JATIMNESIA.COM – Suasana di sekitar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya terasa berbeda, Selasa, 11 Agustus 2026.

Ratusan warga dari berbagai penjuru Kabupaten Ponorogo tampak memadati area pengadilan.

Mereka rela menempuh perjalanan jauh demi satu tujuan, berdiri di barisan terdepan memberikan dukungan moral bagi Bupati nonaktif Ponorogo, Sugiri Sancoko, yang tengah menghadapi hari-hari penentuan nasib hukumnya.

Bagi warga, kehadiran ini bukan sekadar meramaikan persidangan, melainkan bentuk ketulusan solidaritas dan doa agar keadilan berpihak pada pemimpin yang mereka rindukan.

Diantara kerumunan itu, ada Tariq Kardono, warga Desa Kauman, Kecamatan Kauman. Dengan kepedulian yang tulus, ia menceritakan bahwa gelombang warga yang datang ke Surabaya murni digerakkan oleh panggilan hati.

“Intinya mensupport Pak Giri, mendoakan Pak Giri biar semua permasalahan yang ada di beliau bisa vonis bebas,” ucap Tariq di sela-sela riuhnya suasana sidang.

Menariknya, kehadiran ratusan massa ini tidak lahir dari instruksi atau pengoordinasian yang kaku. Berbekal semangat kebersamaan, mereka bergerak secara swadaya sebagian memilih berdesakan menaiki bus, sementara yang lain mengemudikan kendaraan pribadi demi bisa hadir langsung di Surabaya.

Baca Juga :  Ungkap Kasus KSP MSI Magetan Diprediksi Alot.

“Banyak, Mas. Berangkatnya sendiri-sendiri. Jadi, yang bawa mobil, pakai bus, itu inisiatif sendiri, tidak ada yang mengkoordinir,” imbuhnya.

Diperkirakan hampir 300 warga hadir memadati area luar pengadilan. Di balik lelah perjalanan, terselip kerinduan yang mendalam agar sosok yang akrab disapa Pak Giri itu bisa kembali pulang dan merampungkan pekerjaan rumah pembangunan di Bumi Reog.

Warga merasakan betul sentuhan nyata kepemimpinan Sugiri, terutama dalam perbaikan akses jalan. Meski mereka menyadari masih ada wilayah pelosok yang menanti sentuhan pembangunan, keyakinan warga pada kepemimpinan Sugiri tetap utuh.

“Menginginkan Pak Giri kembali lagi supaya pembangunan di Ponorogo berlanjut, karena sudah terbukti pembangunan jalan-jalan banyak yang baik, tinggal yang di dalam-dalam memang belum. Makanya, kami berharap semoga Pak Giri bisa bebas dan melanjutkan pembangunan di Ponorogo lagi,” tutur Tariq penuh harap.

Baca Juga :  Kantor Pajak Ponorogo Sita Barang Pengusaha Alsintan.

Di mata warganya, Sugiri bukan sekadar figur kepala daerah di atas kertas. Ia dikenal sebagai sosok yang hangat, membumi, dan memperlakukan setiap orang tanpa sekat perbedaan sosial.

“Sangat merakyat. Dia tidak membedakan siapapun orangnya, semua dianggap saudara,” kenang Tariq menggambarkan kedekatan emosional warga dengan sang bupati.

Sementara itu, babak akhir dari proses hukum yang dijalani Sugiri Sancoko bersama dua terdakwa lainnya eks Sekda Ponorogo Agus Pramono dan eks Direktur RSUD dr. Harjono dr. Yunus Mahatma harus sedikit tertunda.

Agenda pembacaan vonis oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang sedianya dilangsungkan hari ini terpaksa diundur lantaran salah satu anggota majelis hakim berhalangan hadir karena tugas kedinasan.

Berdasarkan penetapan terbaru dari pengadilan, sidang pembacaan putusan atas perkara ini akan dilanjutkan kembali pada Jumat, 14 Agustus 2026 mendatang, usai pelaksanaan ibadah shalat Jumat. (rik/man).

Penulis : Arrahman

Berita Terkait

Rumdin Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar.
Kepatuhan UU KIP dan UU Pers Pada Bagian Perekonomian Pemkab Magetan Dipertanyakan.
Wujudkan Rumah Sakit Ramah Disabilitas, RSDH Ponorogo Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Dasar
Bahas R-PAPBD 2026, Pemerataan Pembangunan hingga Penurunan TKD Jadi Sorotan DPRD Ponorogo
APBD -P Ponorogo 2026, Pendapatan Turun Rp 115,9 Miliar, BTT Melonjak 297 Persen.
Sampaikan Hasil Reses, DPRD Ponorogo Desak Pemkab Serius Tuntaskan Infrastruktur
Rumput Stadion Batoro Katong Ponorogo Disebut Rusak Pasca Konser JosJis Fest, Kabid PoRa Belum Respon !
Proyek TPA Pemkab Ponorogo Senilai Rp 8 Miliar Dikawasan Hutan Kayu Putih Batal.

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 10:05 WIB

Rumdin Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar.

Rabu, 23 September 2026 - 17:11 WIB

Kepatuhan UU KIP dan UU Pers Pada Bagian Perekonomian Pemkab Magetan Dipertanyakan.

Senin, 14 September 2026 - 17:40 WIB

Wujudkan Rumah Sakit Ramah Disabilitas, RSDH Ponorogo Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Dasar

Senin, 14 September 2026 - 17:36 WIB

Bahas R-PAPBD 2026, Pemerataan Pembangunan hingga Penurunan TKD Jadi Sorotan DPRD Ponorogo

Rabu, 9 September 2026 - 22:13 WIB

APBD -P Ponorogo 2026, Pendapatan Turun Rp 115,9 Miliar, BTT Melonjak 297 Persen.

Selasa, 1 September 2026 - 17:01 WIB

Sampaikan Hasil Reses, DPRD Ponorogo Desak Pemkab Serius Tuntaskan Infrastruktur

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Rumput Stadion Batoro Katong Ponorogo Disebut Rusak Pasca Konser JosJis Fest, Kabid PoRa Belum Respon !

Minggu, 30 Agustus 2026 - 06:07 WIB

Proyek TPA Pemkab Ponorogo Senilai Rp 8 Miliar Dikawasan Hutan Kayu Putih Batal.

Berita Terbaru

Kantor PPKB PP dan PA Kabupaten Magetan.

Politik & Pemerintahan

Biaya Perjalanan Dinas P2KBP3A Magetan Tembus Rp 3,2 Miliar.

Kamis, 24 Sep 2026 - 21:36 WIB

Petugas saat berupaya memadamkan kobaran api di rumah Dinas Puskesmas yang terbakar.

Peristiwa

Rumdin Puskesmas Ponorogo Selatan Terbakar.

Kamis, 24 Sep 2026 - 10:05 WIB

Tim Disperkim Magetan Melakukan Kunjungan Lapangan Di Salah Satu RTLH.

Politik & Pemerintahan

2.500 Warga Magetan Tempati Rumah Tidak Layak Huni.

Rabu, 23 Sep 2026 - 16:40 WIB