Dorong Kesetaraan Gender, Plt Bupati Ponorogo Ingin Banyak Perempuan Duduki Jabatan Esellon II dan III

Avatar photo

- Redaksi

Senin, 2 November 2026 - 16:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat berfoto bersama sejumlah pimpinan berbagai organisasi wanita di Ponorogo.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat berfoto bersama sejumlah pimpinan berbagai organisasi wanita di Ponorogo.

PONOROGO, JATIMNESIA.COM -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berkomitmen memperbesar keterwakilan perempuan dalam jabatan struktural di lingkungan birokrasi daerah.

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyatakan akan mendorong lebih banyak perempuan menduduki posisi eselon II dan III sebagai bagian dari penguatan Pengarusutamaan Gender (PUG).

Komitmen tersebut disampaikan Lisdyarita seusai mengikuti verifikasi lapangan (verlap) evaluasi PUG oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) secara daring, Senin (02/11/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Bantarangin Baperida Ponorogo itu juga diikuti Sekretaris Daerah Agus Sugiharto, Kepala Dinsos P3A Toni Sumarno, dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), dan camat.

Lisdyarita mengatakan, Pemkab Ponorogo telah melewati tahapan evaluasi yang dilakukan kementerian. Salah satu perhatian pemerintah daerah ke depan adalah memperkuat perlindungan hukum bagi perempuan dan anak melalui penambahan unsur pos bantuan hukum (Posbakum).

Baca Juga :  Dana Sembako Dinsos Magetan Tiap Tahun Naik.

“Alhamdulillah semua evaluasi kita sudah lewati. Tinggal nanti tambahannya kita masalah posbakum, jadi unsur yang berbau tentang hukum. Jadi supaya perempuan dan anak di Ponorogo semua terlindungi,” kata Lisdyarita.

Selain penguatan perlindungan, Lisdyarita menyoroti ketimpangan komposisi perempuan dan laki-laki dalam jabatan struktural pemerintahan.

Dia menyebut, keterwakilan perempuan di posisi eselon II dan III masih perlu ditingkatkan agar peluang menjadi pemimpin di lingkungan Pemkab Ponorogo lebih seimbang.

“Termasuk nanti untuk teman-teman yang eselon 2, eselon 3 itu nyuwun pangapunten para lelaki, kami akan menambahkan di perempuannya,” ujarnya.

Menurut Lisdyarita, kesempatan perempuan untuk menduduki jabatan strategis harus setara dengan laki-laki.

Baca Juga :  Gus Halim Yakin Nanik Sumantri Mampu Pimpin Magetan.

Karena itu, pemerintah daerah akan mendorong keseimbangan komposisi calon pemimpin perempuan dan laki-laki dengan tetap mempertimbangkan profesionalisme serta kapasitas masing-masing.

“Iya, jadi calon-calon pemimpin ini juga harus sama hitungannya dengan lelaki. Karena kan hari ini yang perempuan di bawah dibanding lelaki. Kalau ke depannya harus seimbang,” katanya.

Pengarusutamaan Gender sendiri merupakan strategi untuk mengintegrasikan perspektif gender dalam perencanaan, penganggaran, pelaksanaan hingga evaluasi pembangunan.

Di Ponorogo, kebijakan tersebut telah memiliki landasan hukum melalui Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Gender. Melalui evaluasi ini, Pemkab Ponorogo diharapkan tidak hanya memperkuat kebijakan perlindungan perempuan dan anak, tetapi juga memperluas ruang kepemimpinan perempuan dalam birokrasi. (adv).

Penulis : ROHMAN

Berita Terkait

Tekan Biaya Produksi Petani Tembakau, Ponorogo Gelontorkan DBHCHT Rp 3 Miliar
Berawal dari Toko Kecil, Mitra BRILink BRI Magetan Sukses Kembangkan Usaha hingga Supermarket, Kafe, dan Salon
Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD
Program Angkutan Gratis Sekolah Suprawoto Berhenti Era Bupati Magetan Nanik.
Dituding Ancam Ketersediaan Air, Pegiat Lingkungan Ponorogo Desak Proyek Geotermal Dihentikan
Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!
4 Bulan Kasus Pencurian Kantor Setdakab Magetan Belum Terungkap.
DBHCHT 2026 Ponorogo Lindungi 5.283 Petani Tembakau, Pemkab Siapkan Rp 1,3 Miliar untuk Pelatihan Kerja

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:28 WIB

Tekan Biaya Produksi Petani Tembakau, Ponorogo Gelontorkan DBHCHT Rp 3 Miliar

Senin, 2 November 2026 - 16:26 WIB

Dorong Kesetaraan Gender, Plt Bupati Ponorogo Ingin Banyak Perempuan Duduki Jabatan Esellon II dan III

Senin, 2 November 2026 - 16:23 WIB

Berawal dari Toko Kecil, Mitra BRILink BRI Magetan Sukses Kembangkan Usaha hingga Supermarket, Kafe, dan Salon

Minggu, 1 November 2026 - 19:01 WIB

Telaga Ngebel Hadirkan Atraksi Wisata Malam, Pemkab Ponorogo Bidik Peningkatan PAD

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:48 WIB

Program Angkutan Gratis Sekolah Suprawoto Berhenti Era Bupati Magetan Nanik.

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:47 WIB

4 Bulan Kasus Pencurian Kantor Setdakab Magetan Belum Terungkap.

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:43 WIB

DBHCHT 2026 Ponorogo Lindungi 5.283 Petani Tembakau, Pemkab Siapkan Rp 1,3 Miliar untuk Pelatihan Kerja

Berita Terbaru

Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita saat memberikan bantuan Handtracktor kepada perwakilan petani tembakau didampingi Sekda Ponorogo Agus Sugiharto dan Kabid Perkebunan Dispertahankan M Tunggul Swastiko.

Politik & Pemerintahan

Tekan Biaya Produksi Petani Tembakau, Ponorogo Gelontorkan DBHCHT Rp 3 Miliar

Senin, 2 Nov 2026 - 16:28 WIB