Dituding Ancam Ketersediaan Air, Pegiat Lingkungan Ponorogo Desak Proyek Geotermal Dihentikan

Avatar photo

- Redaksi

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lokasi pengeboran Geotermal oleh PT Bakrie Dharmalaya Energi di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel.

Lokasi pengeboran Geotermal oleh PT Bakrie Dharmalaya Energi di Dukuh Brambang Rt 01 Rw 01 Desa Gondowido Kecamatan Ngebel.

PONOROGO, JATIMNESIA.COM — Rencana eksplorasi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) atau geotermal di kawasan Telaga Ngebel, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memicu penolakan keras dari elemen masyarakat. Proyek yang dikembangkan oleh PT Bakrie Dharmalaya Energi ini dinilai menyimpan ancaman nyata bagi kelestarian lingkungan dan keselamatan warga sekitar.

Ketua Komunitas Pegiat Lingkungan Lostreen Indonesia, Haryanto mengungkapkan, bahwa berdasarkan hasil pemetaan lapangan bersama para pegiat lingkungan, kondisi geologis kawasan Ngebel sangat rentan terhadap eksploitasi skala besar. Pengeboran sumur eksplorasi hingga kedalaman lebih dari 3.000 meter dikhawatirkan bakal memicu kerusakan struktur tanah dan ancaman bencana ekologis.

“Pengeborannya di situ kalau misalnya sampai 3.000 lebih, secara otomatis akan sangat berdampak pada satu Telaga Ngebel, karena Ngebel tersendiri itu merupakan daerah penyangga air utama untuk Kabupaten Ponorogo,” ujar Haryanto saat dikonfirmasi, Jumat (30/10/2026).

Baca Juga :  KPU Magetan Optimis Pertahankan Pleno Hasil Pilkada.

Ia menjelaskan, Telaga Ngebel dan kawasan di sekitarnya merupakan zona tangkapan air vital. Jika pengeboran masif dipaksakan hingga tahap produksi, dampaknya secara langsung akan dirasakan pada penurunan debit sumber air bersih di Ponorogo.

Selain ancaman krisis air, aktivitas ekstraktif tersebut juga berisiko menimbulkan pencemaran lingkungan. Kandungan geotermal seperti mineral terlarut, logam berat, arsenik, merkuri, hingga bahan sulfur dikhawatirkan mencemari air tanah dan aliran sungai. Dari sisi udara, proyek ini juga menyimpan bahaya emisi gas beracun.

“Untuk emisi gas alam, untuk yang sangat berbahaya itu antara hidrogen sulfida, karbon dioksida, metana. Gas H2S itu kan pastinya berbau untuk pernapasan dan sangat mengganggu bilamana itu terjadi kebocoran,” tambahnya.

Baca Juga :  Website DPRD Magetan Diganti Logo Garuda Biru.

Hancurnya ekosistem lereng juga menjadi sorotan tajam. Haryanto menyebutkan bahwa kawasan Ngebel dikelilingi oleh banyak titik penambangan serta bentukan lereng purba yang rentan longsor jika struktur tanahnya mengalami penurunan akibat pengeboran di kedalaman ribuan meter.

Haryanto membandingkan, wilayah Jawa Timur dan Bali saat ini sudah disokong oleh pasokan listrik yang memadai dari PLTU Pacitan dengan kapasitas sekitar 600 megawatt, serta PLDA berkapasitas 2,2 megawatt yang sudah ada. Oleh karena itu, memaksakan proyek geotermal di Telaga Ngebel dinilai tidak terlalu mendesak (urgen) bagi pasokan listrik regional.

“ Masyarakat bersama aliansi pegiat lingkungan mendesak agar aktivitas eksplorasi dihentikan sebelum menimbulkan dampak buruk yang irreversible (tidak dapat pulih) bagi bumi dan kehidupan warga Ponorogo,” pungkasnya

Penulis : ROHMAN

Berita Terkait

Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!
4 Bulan Kasus Pencurian Kantor Setdakab Magetan Belum Terungkap.
DBHCHT 2026 Ponorogo Lindungi 5.283 Petani Tembakau, Pemkab Siapkan Rp 1,3 Miliar untuk Pelatihan Kerja
Jadi Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Ponorogo dan Ambon Jajaki Kerja Sama Seni Budaya
Semarakkan Kemilau Pekan Raya 2026, Disperdagkum Gandeng 40 UMKM Lokal Ponorogo.
BPBD Magetan Bakal Diubah Type A, Karpet Merah ASN Eselon II.
DBHCHT Rp 4,1 Miliar Topang Kebutuhan Obat RSUD Bantarangin Ponorogo.
Helat Kemilau Pekan Raya Perdana, Pemkab Ponorogo Sajikan Kreasi Inovator Lokal dan Hiburan Gratis.

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:09 WIB

Dituding Ancam Ketersediaan Air, Pegiat Lingkungan Ponorogo Desak Proyek Geotermal Dihentikan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Puluhan Lapak PKL di Bibir Telaga Ngebel Ponorogo Akan Dibongkar, Pedagang: Seharusnya Ada Sosialisasi Dulu!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:47 WIB

4 Bulan Kasus Pencurian Kantor Setdakab Magetan Belum Terungkap.

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:43 WIB

DBHCHT 2026 Ponorogo Lindungi 5.283 Petani Tembakau, Pemkab Siapkan Rp 1,3 Miliar untuk Pelatihan Kerja

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadi Jaringan Kota Kreatif UNESCO, Ponorogo dan Ambon Jajaki Kerja Sama Seni Budaya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:54 WIB

BPBD Magetan Bakal Diubah Type A, Karpet Merah ASN Eselon II.

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:49 WIB

DBHCHT Rp 4,1 Miliar Topang Kebutuhan Obat RSUD Bantarangin Ponorogo.

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Helat Kemilau Pekan Raya Perdana, Pemkab Ponorogo Sajikan Kreasi Inovator Lokal dan Hiburan Gratis.

Berita Terbaru

Kasatreskrim Polres Magetan, AKP Dwi Heroe Santoso

Hukum & Kriminal

4 Bulan Kasus Pencurian Kantor Setdakab Magetan Belum Terungkap.

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:47 WIB