MAGETAN, JATIMNESIA.COM– Progam angkutan gratis untuk pelajar dari Pemerintah Kabupaten Magetan resmi dihentikan, Jumat (30/10).
Salah satu sopir angkutan perkotaan (Angkot), Suparlan (46), mengatakan, program yang selama ini dimanfaatkan oleh pelajar itu sampai saat ini masih dihentikan sementara.
” Belum, lagi off dulu, sebulan lebih hampir dua bulan”, katanya, Jum’at (30/10).
Akibatnya, pelajar yang terbiasa memanfaatkan fasilitas angkutan gratis sejak Tahun 2018 lalu, harus membayar secara mandiri dengan nominal Rp 6 ribu untuk jasa antar Pulang-Pergi (PP) sekolah.
” Untuk siswa bayar pribadi, tiga ribu satu jalan, PP enam ribu.” ungkap Suparlan.
Sopir angkot lain mengungkapkan, dirinya tidak mengetahui secara pasti apa alasan penghentian sementara program tersebut.
” Secara detail kenapa saya tidak tahu. Dari pemerintah belum aktif, tapi inisiatif ini dari orang tua. Karena orang tua itu merasa terbantu serta karena mereka repot tidak bisa antar jemput”, jelas Joko (47).
Joko tidak memantok nominal pasti untuk jasanya sehingga berapapun yang diberikan oleh siswa tetap dia terima.
” Seikhlasnya, kadang PP bayar tiga ribu rupiah saya terima, bayar tujuh ribu PP ya juga diterima.” ujarnya.
Para sopir angkutan pelajar Magetan berharap, pemerintah kabupaten bisa segera mengaktifkan kembali progam yang bermanfaat untuk siswa siswi di Magetan itu.
” Harapannya berjalan lagi seperti kemarin, untuk menggratiskan anak-anak sekolah.” harapnya.
Penulis : JOKO NUGROHO









