PONOROGO, JATIMNESIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo bakal merevitalisasi area komplek pemakaman Betoro Katong, Kamis (31/7).
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengatakan, revitalisasi ini penting mengingat lokasi yang dimaksud memiliki nilai edukasi sejarah serta potensi pariwisata.
“ Ini perlu diangkat duluan karena menjadi wisata pemikat dan sekaligus menjadi edukasi religi. Kita ingin menghadirkan kota lama, vintagenya, kolonial juga masih kita jaga lalu gerbang yang sekarang kolonial kita jaga dan kedepan wisata religi ini benar-benar berkesan,” katanya, Kamis (31/7).
Tidak sampai disitu saja, pembangunan ini akan berkolaborasi dengan program pengentasan pemukiman kumuh.
“ Terintegrasi dengan program mengentaskan pemukiman kumuh,ini bukan berarti kita mengklaim ini kumuh,” jelas Sugiri Sancoko.
Untuk mewujudkan gagasan ini, Bupati Ponorogo memastikan membahas keseluruhan detail seperti sampah, air, jalan lingkungan, penataan bangunan dan sebagainya.
Pun anggaran yang digunakan bersumber dari pemerintah daerah sampai pusat.
“ Semua detail kita bahasa dan kita bagi tiga tanggung jawabnya. Yang provinsi menyelesaikan kawasannya, APBN menyelesaikan dom besar itu lalu menuju ke terminal wisata yang ada di Niken Gandini, lalu kami menyelesaikan yang sisa-sisa,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, I Nyoman Gunadi, memastikan bakal mengucurkan anggaran dengan nilai kurang lebih Rp 14 miliar.
“ Sesuai usulan beliau kan 14 miliar, itu nanti baru rencana bisa bertambah bisa berkurang,” tambahnya.
Meskipun begitu pihaknya masih belum bisa memastikan kapan pembangunan area makan Betoro Katong itu dimulai.
“ Nanti kita review kita tata mulai tahun ini dan harapan kita tahun depan mulai,” pungkas I Nyoman Gunadi.
Penulis : Septian Bayu








