MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Sektor pariwisata di Kabupaten Magetan pasca libur hari raya Idul Fitri 1447 H mengalami kontraksi cukup tajam, Rabu (25/3).
Kepala Bidang (Kabid) Destinasi Wisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Magetan, Yosef Cahyo Wibawanto, mengaku kondisi perekonomian serta kombinasi situasi politik yang berlangsung mengakibatkan masyarakat lebih memilih mengencangkan ikut pingang daripada pergi berlibur bersama keluarga di momentum hari lebaran ini.
” Ya semua merasakan, ekonomi melambat, isu BBM, ditambah lagi cuaca ekstrem beberapa hari sebelum lebaran itu kan memang banyak tanah longsor. Itu mempengaruhi keputusan masyarakat calon wisatawan untuk hadir kemungkinan seperti itu.” katanya, Rabu (25/3).
Salah satu lokasi yang terasa adalah kawasan wisata Telaga Sarangan, dimana periode tanggal 18 hingga 24 Maret 2026 total kunjungan wisatawan di kawasan Telaga Sarangan hanya menyentuh 54 ribu sekian.
” Tanggal 18 sejumlah seribu orang, tanggal 19 dua ribu, tanggal 20 nya 2400, tanggal 21 nya 3000. Lonjakan signifikan terjadi tanggal 22 Maret, itu sejumlah 9500 orang, di tanggal 23 melonjak lagi hampir dua kali lipatnya 17600 an dan ditanggal 24 kemarin kita 19 ribu wisatawan.” jelas Yosef.
Disisi lain, pihaknya mengaku saat ini masih dalam tahap penghitungan hingga akhir bulan untuk mengetahui angka pasti jumlah kunjungan wisatawan dari seluruh lokasi wisata yang ada di seluruh Kabupaten Magetan. ” Bekerja tetap optimis, tapi kita harus juga realistis. Segala upaya tetap kita lakukan.” pungkasnya.
Penulis : joko nugroho








