MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Magetan mengundang sejumlah Instansi serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintah kabupaten ( Pemkab) Magetan di ruang Badan anggaran (Banggar), Selasa (14/4).
Instansi yang dihadirkan Dewan adalah Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Magetan, bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdakab Magetan, Dinas Kesehatan, KBIH dan IPHI yang terlibat langsung dalam penyelenggaraan ibadah haji.
” Kami dari Komisi C DPRD Magetan hari ini menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan teman-teman mitra kami. Intinya kita ingin supaya jemaah haji Kabupaten Magetan ini nanti bisa beribadah dengan lancar, di sana bisa menjamin kenyamanan dan selamat dari berangkat sampai kembali ke rumah masing-masing.” kata Ketua Komisi C DPRD Magetan Slamet Riyanto, Selasa (14/4).
Dijelaskan Slamet Riyanto, DPRD Magetan bertujuan memastikan seperti apa persiapan penyelenggara menjelang pemberangkatan calon jamaah haji pada akhir bulan ini.
” Alhamdulillah tadi sudah panjang lebar yang kita diskusikan. InsyaAllah kita sudah puas sudah kita tentukan dari kementerian dari Kesra termasuk dari keberangkatan nanti diawali dari GOR. Nanti prosesnya sampai di Surabaya, InsyaAllah kami sudah sepakat.” jelas Ketua Komisi C DPRD Magetan.
Kepala Kantor Kemenhaj Magetan, Ida Dwi Martini, memastikan persiapan keberangkatan sudah mencapai 90 persen termasuk sosialisasi teknik keberangkatan kepada calon jamaah haji.
” Kita hanya tinggal menunggu ID Card jamaah yang memang itu hukumnya wajib dimiliki oleh seluruh jamaah, yang mana ID Card itu nanti akan dipakai di koper besar, koper kecil dan di tas paspor.” ucapnya.
Agendanya, Calon Jamaah Haji (CJH) bakal diberangkatkan pada Minggu 26 April 2026 menuju Surabaya melalui 4 kloter dengan total 538 jamaah.
” Kloter 20, 21, kemudian dua orang jamaah di kloter 22 dan dua orang jamaah di kloter 37. Tapi nanti jika ada tambahan cadangan naik status, kita menunggu lagi akan dimasukkan ke kloter berapa menunggu pembagian dari kantor wilayah.” tambah Ida Dwi Martini.
Selama di tanah suci nanti mereka juga bakal didampingi oleh tenaga medis yang telah disiapkan panitia.
” Dalam satu kloter itu ada dua orang, jadi satu kloter itu ada dokter dan perawat.” pungkas Kepala Kantor Kemenhaj Magetan. ( adv).
Penulis : joko nugroho








