MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Semarak penutupan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) DIRGANTARA LENGKARA UNESA Kampus 5 tidak hanya ditandai dengan berakhirnya rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan keberagaman bakat yang mereka miliki.
Berbagai penampilan disuguhkan oleh mahasiswa baru dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di halaman UNESA Kampus 5, Jumat (21/8).
Bela Diri hingga Musik Buka Panggung Bakat Mahasiswa Baru.
Rangkaian penampilan diawali dengan pencak silat yang dibawakan oleh mahasiswa baru. Kehadiran pencak silat turut memperkenalkan seni bela diri yang memiliki kedekatan dengan karakter budaya Magetan dan wilayah sekitarnya, terutama Madiun yang dikenal sebagai salah satu daerah dengan tradisi pencak silat yang berkembang luas.
Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan penampilan kelompok vokal yang beranggotakan lima mahasiswa baru. Mereka membawakan lagu Terbuang dalam Waktu yang mendapat apresiasi dari mahasiswa baru yang menyaksikan.
Setelah itu, karate dan taekwondo tampil dalam satu kolaborasi, memadukan ketegasan gerakan karate dengan ketangkasan langkah taekwondo dalam sebuah pertunjukan bela diri.
Ekspresi Modern Berpadu dengan Tembang Jawa.
Rangkaian pertunjukan berlanjut melalui dance modern yang dibawakan oleh empat mahasiswa baru dengan lagu DDU-DU DDU-DU dari BLACKPINK. Penampilan tersebut kemudian disusul Silat Energi yang kembali menghadirkan unsur seni bela diri dalam panggung bakat mahasiswa baru.
Nuansa pertunjukan berubah ketika dua mahasiswa baru, satu perempuan dan satu laki-laki, membawakan tembang Jawa. Lantunan suara keduanya berpadu dengan penghayatan dalam membawakan tembang sehingga menghadirkan nuansa budaya Jawa di tengah rangkaian kegiatan PKKMB. Penampilan tersebut turut mendapat apresiasi dari mahasiswa baru yang berada di halaman Kampus UNESA 5.
Kesenian Reog Ponorogo Jadi Puncak Pertunjukan.
Puncak rangkaian penampilan hadir melalui kesenian Reog Ponorogo.
Delapan mahasiswi membawakan tari Jathil dengan menunggangi kuda kepang, salah satu unsur ikonik dalam kesenian Reog. Gerakan yang ditampilkan secara kompak dan enerjik menghidupkan suasana pertunjukan di hadapan mahasiswa baru.
Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan kehadiran seorang mahasiswa laki-laki yang mengenakan karakter Patih Pujangga Anom dengan topeng merah.
Perhatian penonton semakin tertuju ketika seorang mahasiswa laki-laki muncul dengan mengenakan kostum Reog berukuran besar. Perpaduan Jathil, karakter Patih Pujangga Anom, dan Reog berukuran besar menjadi bagian yang menonjol hingga akhir pertunjukan.
Ragam Bakat Mahasiswa Baru Semarakkan Penutupan PKKMB.
Berbagai penampilan tersebut tidak hanya menjadi bagian hiburan pada hari terakhir PKKMB, tetapi juga menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk memperlihatkan minat, bakat, kreativitas, serta keberagaman latar belakang yang mereka bawa. Pencak silat, karate, taekwondo, musik, dance modern, tembang Jawa, hingga Reog Ponorogo mempertemukan ekspresi seni modern dan tradisional dalam satu rangkaian pertunjukan.
Melalui panggung tersebut, mahasiswa baru mendapatkan ruang untuk tampil dan saling mengapresiasi.
Kehadiran seni tradisional seperti pencak silat, tembang Jawa, dan Reog Ponorogo juga memperlihatkan bahwa pengenalan kehidupan kampus dapat menjadi ruang untuk membawa serta mengenalkan budaya lokal di tengah lingkungan mahasiswa baru UNESA Kampus 5.









