MAGETAN, JATIMNESIA.COM – Komitmen Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah disabilitas terlihat dalam pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) DIRGANTARA LENGKARA UNESA Kampus 5, Jumat (21/8).
Mahasiswa baru penyandang disabilitas mengikuti rangkaian kegiatan PKKMB di lingkungan Kampus UNESA 5 dengan pendampingan dari relawan disabilitas.
Pendampingan Relawan Hadir Selama Rangkaian PKKMB.
Selama 4 hari pelaksanaan PKKMB, mahasiswa baru penyandang disabilitas mendapatkan pendampingan langsung dari relawan disabilitas.
Pendampingan tersebut dilakukan untuk membantu mahasiswa mengikuti berbagai rangkaian kegiatan dan memahami materi yang diberikan selama PKKMB.
Kehadiran pendamping menjadi bagian dari upaya memastikan mahasiswa dapat mengikuti kegiatan bersama mahasiswa baru lainnya tanpa terhambat oleh kondisi yang dimiliki.
Kasubdit Disabilitas UNESA, Wagino, mengatakan bahwa upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen kampus dalam menciptakan lingkungan yang inklusif bagi penyandang disabilitas. UNESA terus mengupayakan penyediaan akses, fasilitas, dan layanan yang setara bagi seluruh mahasiswa, termasuk kelompok rentan.
Pengalaman Mahasiswa Disabilitas Mengikuti Empat Hari PKKMB.
Selama mengikuti empat hari PKKMB, salah satu mahasiswa baru penyandang disabilitas merasa senang karena dapat berkumpul dan bertemu dengan teman-teman.
Meski demikian, kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari juga membuatnya merasa lelah dan terkadang menahan rasa kantuk ketika mengikuti materi.
Pendampingan yang diberikan selama kegiatan dinilai membantu mahasiswa dalam memahami materi.
Pemandu bersikap baik, ramah, dan selalu membantu selama mengikuti kegiatan.
Tidak terdapat kendala selama proses pendampingan karena mahasiswa selalu ditemani ketika mengikuti materi maupun rangkaian kegiatan PKKMB.
Akses Informasi dan Harapan Menjalani Perkuliahan.
Dalam mengikuti materi melalui Zoom, mahasiswa lebih mudah memahami informasi yang disertai tulisan.
Sementara itu, materi yang lebih banyak menggunakan gambar atau suara yang menggema terkadang membuat informasi lebih sulit dipahami.
Untuk mendukung proses pembelajaran, mahasiswa berharap penyampaian informasi dilakukan secara perlahan agar lebih mudah dipahami.
Pendampingan selama PKKMB menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan kampus yang memberikan kesempatan pendidikan secara setara bagi mahasiswa dengan berbagai latar belakang.
Mahasiswa istimewa tersebut berharap dapat aktif selama menjalani perkuliahan, menyelesaikan pendidikan dengan cepat, dan memperoleh pekerjaan setelah lulus.









